Kisah Lee Chong Wei Menjadi Legenda Bulu Tangkis Dunia, Tersandung Doping hingga Pensiun karena Kanker

Rilo Pambudi ยท Senin, 28 November 2022 - 20:32:00 WIB
Kisah Lee Chong Wei Menjadi Legenda Bulu Tangkis Dunia, Tersandung Doping hingga Pensiun karena Kanker
Kisah Lee Chong Wei Menjadi Legenda Bulu Tangkis Dunia. Legenda bulu tangkis Malaysia Lee Chong Wei sebut pemain paling konsisten masa kini. Nama Anthony Sinisuka Ginting turut dibawa-bawa. (Foto: CGTN)

JAKARTA, iNews.id - Kisah Lee Chong Wei menjadi legenda bulu tangkis dunia menarik untuk disimak. Lee Chong Wei secara luas dikenal sebagai legenda badminton dunia asal Malaysia yang memiliki pencapaian gemilang di dunia tepok bulu.

Sebagai pemain tunggal andalan Negeri Jiran, Lee pernah menduduki peringkat pertama dunia selama 349 minggu. Pencapaian itu diiringi rekor 199 minggu berturut-turut dari 21 Agustus 2008 hingga 14 Juni 2012.

Lee adalah peraih tiga medali perak di Olimpiade bagi Malaysia. Ia memenangkan medali perak pertamanya pada tahun 2008 dan juga menjadi orang Malaysia pertama yang mencapai final di nomor tunggal putra pada pesta olahraga terbesar di jagat.

Pencapaian itulah yang kemudian membuatnya diberi gelar Datuk, dan membuat Perdana Menteri Malaysia Najib Razak memberinya gelar sebagai pahlawan nasional. Lantas, bagaimana kisah Lee Chong Wei akhirnya lahir sebagai legenda? Berikut ini adalah ulasannya.

Kisah Lee Chong Wei Menjadi Legenda Bulu Tangkis Dunia

Lee lahir di Bagan Serai, Perak, dari keluarga Tionghoa Malaysia, tepatnya dari pasangan Lee Ah Chai dan Khor Kim Choi. Lee sejatinya adalah anak yang menyukai olahraga bola basket, tetapi sang ibu tidak setuju karena panasnya bermain basket luar ruangan.

Lee kemudian mulai belajar bulu tangkis pada usia 11 tahun saat ikut ayahnya ke aula bulu tangkis. Lee saat itu menarik perhatian pelatih lokal bernama Teh Peng Huat.

Bakat Lee kemudian diketahui oleh mantan pebulu tangkis Malaysia, Misbun Sidek. Lee lalu direkrut ke dalam skuad nasional pada tahun 2000 ketika ia berusia tujuh belas tahun.

Pada tahun-tahun pertamanya, Lee masih meraih hasil minor di beberapa pertandingan. Lee kemudian baru mendapatkan dua gelar pertamanya pada tahun 2004, yakni di Malaysia Terbuka dan Chinese Taipei Terbuka. Tetapi di Olimpiade Athena 2004, ia dikalahkan oleh Chen Hong.

Lee mencetak dua gelar lagi pada tahun 2005, gelar kedua Malaysia Terbuka dan Denmark Terbuka. Lee juga memenangkan perunggu dalam penampilan pertamanya di Kejuaraan Dunia 2005 setelah kalah dari Taufik Hidayat di semifinal.

Tahun-tahun berikutnya, performa Lee Chong Wei semakin baik dan membuat kariernya kian melejit. Sejak memulai debut pada 2002, Lee Chong Wei tercatat telah mengoleksi total 65 gelar juara. 

Diantara banyaknya kejuaraan yang telah dimenangkan, ada dua turnamen yang paling sering dijuarai, yakni Malaysia Terbuka dan Indonesia Terbuka. Total, ia mengoleksi 10 gelar juara Malaysia Terbuka dan 6 kali juara Indonesia Terbuka.

Sayangnya di balik semua kesuksesan itu, ada gelar juara yang selalu gagal ia capai. Gelar tersebut adalah medali emas di pentas Olimpiade.

Sejak pertama kali mewakili Malaysia di ajang Olimpiade 2004 silam, Lee Chong Wei sama sekali tidak mampu membawa pulang medali emas. Tragisnya, ia selalu gagal di partai final dalam tiga seri Olimpiade terakhir yakni Olimpiade Beijing 2008, London 2012, dan Rio de Janeiro 2016.

Wakil-wakil China selalu menjadi mimpi buruk Lee Chong Wei di partai final Olimpiade. Ia ditaklukan oleh Lin Dan pada final Olimpiade 2008 dan 2012, serta terpaksa menerima perak lagi di Olimpiade 2016 setelah kalah dari Chen Long.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:





Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda