3 Cara Usir Gianni Infantino dari Kursi Presiden FIFA usai Kontroversi Jual Saham Piala Dunia
Komite Etik FIFA memiliki kewenangan melakukan penyelidikan jika presiden diduga melanggar kode etik. Penyelidikan dapat dimulai berdasarkan pengaduan resmi dari anggota atau pejabat.
Jika ditemukan pelanggaran, komite tersebut dapat menjatuhkan sanksi, termasuk larangan jangka panjang dari aktivitas sepak bola. Namun, jalur ini dinilai memiliki kemungkinan lebih kecil karena belum terlihat adanya pelanggaran etika yang jelas dalam kontroversi FFE.
Infantino dijadwalkan menghadapi pemilihan kembali pada Maret mendatang. Salah satu cara paling langsung untuk mengakhiri masa jabatannya adalah Kongres FIFA memilih kandidat lain.
Artinya, meski Infantino berhasil melewati tekanan akibat kontroversi FFE, dukungan dari asosiasi anggota tetap menjadi faktor penting ketika pemilihan presiden berlangsung.
Kontroversi FFE sendiri telah membuat posisi Infantino mendapat sorotan dari berbagai pihak. Ancaman boikot Piala Dunia, pengunduran diri pejabat FIFA, pernyataan keras UEFA, hingga tuntutan evaluasi kepemimpinan dari FA memperbesar tekanan terhadap presiden yang sudah memimpin FIFA selama hampir satu dekade.
Masa depan Infantino kini bergantung pada kekuatan dukungan politik di antara 211 asosiasi anggota FIFA. Jika dukungan tersebut tetap solid, dia masih memiliki jalan untuk bertahan. Namun, jika dukungan mulai terpecah, tiga mekanisme tersebut dapat menjadi jalan menuju berakhirnya masa kepemimpinannya.
Editor: Reynaldi Hermawan