Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : FIFA ASEAN Cup 2026 Tiru Konsep Piala Dunia, Timnas Indonesia Ketiban Untung
Advertisement . Scroll to see content

3 Cara Usir Gianni Infantino dari Kursi Presiden FIFA usai Kontroversi Jual Saham Piala Dunia

Minggu, 02 Agustus 2026 - 15:00:00 WIB
3 Cara Usir Gianni Infantino dari Kursi Presiden FIFA usai Kontroversi Jual Saham Piala Dunia
Gianni Infantino menghadapi tekanan setelah kontroversi FIFA Forward Enterprise. (Foto: Kiro 7)
Advertisement . Scroll to see content

Kedua, melalui pemberhentian secara eksekutif.

Komite Etik FIFA memiliki kewenangan melakukan penyelidikan jika presiden diduga melanggar kode etik. Penyelidikan dapat dimulai berdasarkan pengaduan resmi dari anggota atau pejabat.

Jika ditemukan pelanggaran, komite tersebut dapat menjatuhkan sanksi, termasuk larangan jangka panjang dari aktivitas sepak bola. Namun, jalur ini dinilai memiliki kemungkinan lebih kecil karena belum terlihat adanya pelanggaran etika yang jelas dalam kontroversi FFE.

Ketiga, melalui kekalahan dalam pemilihan.

Infantino dijadwalkan menghadapi pemilihan kembali pada Maret mendatang. Salah satu cara paling langsung untuk mengakhiri masa jabatannya adalah Kongres FIFA memilih kandidat lain.

Artinya, meski Infantino berhasil melewati tekanan akibat kontroversi FFE, dukungan dari asosiasi anggota tetap menjadi faktor penting ketika pemilihan presiden berlangsung.

Kontroversi FFE sendiri telah membuat posisi Infantino mendapat sorotan dari berbagai pihak. Ancaman boikot Piala Dunia, pengunduran diri pejabat FIFA, pernyataan keras UEFA, hingga tuntutan evaluasi kepemimpinan dari FA memperbesar tekanan terhadap presiden yang sudah memimpin FIFA selama hampir satu dekade.

Masa depan Infantino kini bergantung pada kekuatan dukungan politik di antara 211 asosiasi anggota FIFA. Jika dukungan tersebut tetap solid, dia masih memiliki jalan untuk bertahan. Namun, jika dukungan mulai terpecah, tiga mekanisme tersebut dapat menjadi jalan menuju berakhirnya masa kepemimpinannya.

Editor: Reynaldi Hermawan

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut