5 Dosa Xabi Alonso hingga Dipecat Real Madrid, Salah Satunya Krisis Ruang Ganti
Kurangnya kemampuan membangun serangan dari belakang memuncak di Piala Super Spanyol. Thibaut Courtois harus melakukan hampir 40 umpan panjang saat menghadapi Atletico. Real Madrid tampil seperti tim kecil, mengandalkan bola kedua, dan kehilangan estetika permainan yang menjadi ciri khas klub. Pola serupa muncul di final melawan Barcelona, mempertegas masalah taktik Xabi.
Xabi dikenal intensif dalam taktik dan analisis, berbeda jauh dengan pendekatan santai Ancelotti. Hubungan dengan Vinicius Junior sempat memanas, terutama saat Vinicius menolak pergantian di El Clasico.
Ketegangan di ruang ganti, kritik terhadap keputusan untuk tidak memberi kesempatan pemain muda seperti Arda Guler dan Mastantuono, hingga kurangnya dukungan pemain senior, mempercepat kepergian Alonso.
Pemecatan Xabi Alonso mencerminkan kombinasi dari lima faktor tersebut: hasil mengecewakan, gaya permainan tak konsisten, kekurangan pengatur permainan, masalah build-up, dan krisis internal. Real Madrid kini menempatkan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih pengganti untuk menghadapi sisa musim La Liga dan kompetisi lainnya.
Keputusan cepat ini menegaskan standar tinggi klub Spanyol itu, yang menuntut performa konsisten dan gaya bermain atraktif di setiap pertandingan. Xabi Alonso pun meninggalkan Madrid lebih cepat dari yang banyak diperkirakan, meninggalkan catatan singkat tapi penuh kontroversi dalam sejarah klub.
Editor: Reynaldi Hermawan