5 Pemain Top Dunia yang Kapok Main di Liga Indonesia, Ada Mantan Striker Timnas Inggris dan Chelsea

Rilo Pambudi ยท Kamis, 11 Agustus 2022 - 21:54:00 WIB
5 Pemain Top Dunia yang Kapok Main di Liga Indonesia, Ada Mantan Striker Timnas Inggris dan Chelsea
Pemain top dunia yang kapok main di Liga Indonesia (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Terdapat sejumlah pemain top dunia yang kapok main di Liga Indonesia. Ada beberapa alasan yang membuat para pemain kelas dunia itu kecewa merumput di Indonesia.

Ada yang tak puas karena kompetisi di Tanah Air, ada juga yang kecewa dengan kondisi di internal klub yang membuat mereka tak betah. Hal itu membuat mereka enggan lagi melanjutkan karier di Indonesia. 

Lantas, siapa saja pemain top sepak bola dunia yang kapok main lagi di Indonesia? Berikut ini adalah daftarnya yang dilansir iNews.id dari Okezone, Kamis (11/8/2022).

1. Boubacar Sanogo (Madura United)

Boubacar Sanogo adalah pemain yang pernah merumput bersama Hamburg SV pada musim 2006-2007)dan Werder Bremen pada musim 2007-2009). Pemegang 21 caps bersama Timnas Pantai Gading itu juga pernah tahun membela klub asal Prancis, Saint-Etienne dari musim 2009-2012.

Hingga pada Liga 2017, Sanogo didatangkan oleh Madura United untuk bermain di Indonesia. Sayangnya, pemain yang berposisi sebagai penyerang itu dipecat oleh Madura United saat baru tiga bulan menapakkan kakinya. Hal itu membuat Sanogo kapok dan kecewa bermain di Indonesia.

“Saya tidak suka di sana (Indonesia). Strukturnya sangat memprihatinkan. Kami bahkan tidak memiliki ruang ganti dan shower di tempat latihan,” kata Sanogo kepada T-Online.

2. Peter Odemwingie (Madura United)

Peter Odemwingie adalah pemain yang berkiprah di sepak bola Inggris. Ia sempat bermain untuk sejumlah klub ternama seperti West Bromwich Albion dan Stoke City. Tak hanya itu, Odemwingie sebelumnya juga pernah bermain di Lokomotiv Moscow dan Lille.

Hingga pada tahun 2017 atau saat usianya 35 tahun, Odemwingie bergabung dengan Madura United. Pemain Nigeria itu sempat turun dalam 22 pertandingan Liga 1 2017 dan sempat mengoleksi 15 gol.

Namun, Odemwingie hanya bertahan semusim lantaran kecewa kerasnya pertandingan di Indonesia. Bek Bhayangkara FC, Indra Kahfi, bahkan sempat meminta maaf karena pernah melanggar Odemwingie dengan keras.

3. Kevin van Kippersluis (Persib Bandung)

Kevin van Kippersluis sebelumnya merupakan bomber klub kasta kedua Liga Belanda, SC Cambuur, sebelum akhirnya diboyong Persib Bandung di paruh kedua Liga 1 2018. 

Namun, penyerang yang kini berusia 29 tahun disebut gagal beradaptasi di Persib Bandung. Selama paruh kedua Liga 1 2018, Kevin van Kippersluis hanya mengemas dua gol dari 15 pertandingan dan kontraknya langsung tak diperpanjang.

Setelah dari Persib, performa Van Kipperluis bahkan tak kunjung kembali. Ia kini hanya membela klub kasta ketiga Liga Belanda, Quick Boys.

Hal itulah yang membuat Kevin van Kippersluis merasa menyesal gabung Persib Bandung di usia produktif.

“Saya pergi ke Indonesia terlalu cepat. Jika saya sudah di penghujung karier, mungkin ceritanya akan berbeda," kata Kevin van Kippersluis saat diwawancara, Voetbal International.

"Saya merindukan sepakbola Belanda. Kehidupan saya bagus di Indonesia, tapi tidak dalam urusan sepakbola. Di Belanda permainan lebih ke arah taktikal, di Indonesia tidak," lanjut Kevin van Kippersluis.

4. Sylvano Comvalius (Bali United)

Sylvano Comvalius adalah bomber yang sempat menjadi top skor Liga 1 2017 dengan torehan 37 gol. Namun, penyerang asal Belanda itu kecewa dan kapok bermain di Indonesia lantaran merasa klubnya, Bali United, dirugikan penyelenggara kompetisi.

Bali United saat itu memang sudah di ambang menjadi juara Liga 1 2017. Namun, pesaing Bali United dalam perebutan gelar juara saat itu, Bhayangkara FC, tiba-tiba merangsek secara mengejutkan. Laga kontra Mitra Kukar yang awalnya berakhir 1-1, berubah 3-0 untuk kemenangan The Guardian lantaran Mitra Kukar memainkan Mohamed Sissoko yang sebenarnya masih menjalani sanksi kartu. 

Alhasil, poin Bhayangkara FC dan Bali United menjadi sama kuat. Karena kalah head-to-head, Bali United akhirnya harus rela melihat Bhayangkara FC juara Liga 1 2017.

“Jadi, selamat datang di sirkus. Siapa yang ingin melihat keajaiban? Apapun yang terjadi, kita harus bangga pada musim ini. Bersama-sama kita melakukan pekerjaan yang menakjubkan. Mari berharap dan berdoa untuk akhir yang baik," tulis Comvalius di media sosial Instagram-nya saat itu.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:








Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda