6 Kisah Perjuangan Pesepak Bola Top Indonesia, Nomor 5 Jual Bambu Demi Beli Sepatu

Faidatul Mualimah ยท Minggu, 20 November 2022 - 16:16:00 WIB
6 Kisah Perjuangan Pesepak Bola Top Indonesia, Nomor 5 Jual Bambu Demi Beli Sepatu
Ada 6 kisah perjuangan pesepak bola top Indonesia yang menarik diulas (Foto: Instagram/saddilramdanii)

JAKARTA, iNews.id - Ada 6 kisah perjuangan pesepak bola top Indonesia yang menarik diulas. Salah satunya rela jual bambu untuk beli sepatu bola.

Perjuangan menjadi pesepak bola profesional bukan suatu perkara yang mudah. Sebagian dari mereka harus melalui jalan terjal.

Apalagi mereka yang berasal dari keluarga dengan ekonomi yang kurang berkecukupan. Meski demikian para pesepak bola itu tak patah semangat.

Kegigihan membuat mereka kini menjadi pesepak bola papan atas Tanah Air. Siapa saja pesepak bola yang dimaksud itu?

Berikut 6 kisah perjuangan pesepak bola top Indonesia:

1. Evan Dimas Darmono

Pemain Timnas Indonesia Evan Dimas. (Foto: Istimewa)

Pria Kelahiran 13 Maret 1995 ini sejak kecil memiliki cita-cita sebagai pemain sepak bola. Ketika menginjak umur 4 tahun dirinya selalu minta dibelikan bola kepada sang ibu.

Beranjak dewasa ketika Evan ingin masuk Sekolah Sepak Bola (SSB), ibunya melarang sebab enggan melihat Evan jatuh bangun di lapangan.

Sebelum menjadi bintang, sang ayah berprofesi sebagai petugas keamanan dan penjual sayuran. Sementara, sang ibu pernah bekerja ‘serabutan’ untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, kerja keras dan kemauan Evan yang kuat berhasil membuat hati ibunya luluh dan mendaftarkannya di SSB Sakti di Kompleks TNI AL.

2. Muhammad Supriadi

Pemain muda Persebaya Surabaya, Mohammad Supriadi (Foto: Dok Persebaya)

Di balik kesuksesan kariernya menjadi pesepak bola, ibunya hanya pedagang nasi di samping Lapangan Rungkut. Keputusan dirinya menjadi pesepak bola sempat ditentang ayahnya lantaran keterbatasan ekonomi.

Sebagai anak dari keluarga yang memiliki dana pas-pasan, Supriadi bekerja keras demi berkarier di dunia sepak bola. Untuk membeli sepatu saja, pesepak bola berusia 20 tahun ini kerap mengikuti tarkam bersama Rungkut FC.

Pesepak bola berusia 19 tahun ini mengaku pernah ditipu oknum tidak bertanggung jawab yang mengaku sebagai tim pencari bakat. Sang oknum tersebut menawarkan kepada Supriadi untuk menjadi pemain profesional dengan membayar Rp1,8 juta. 

Supriadi dijanjikan hal-hal manis oleh oknum tersebut. Supriadi pun berangkat ke Jakarta setelah menyetor uang tersebut. 

Nahas, kabar buruk menyelimutinya. Nasib Supriadi di Jakarta tidak sesuai apa yang dia harapkan. Bahkan dia sampai menjual sepatu dan bajunya untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

Di tengah kesulitan tersebut, temannya datang dan mengajak Supriadi bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Bina Taruna. Salah satu prestasi Supriadi adalah mengharumkan nama Indonesia di kancah ASEAN dengan menjuarai AFF U-16 2018.

Editor : Reynaldi Hermawan

Halaman : 1 2 3

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda