Kisah Rochy Putiray, Pemain Nyentrik yang Taklukkan Liga Hong Kong dan Bobol Gawang AC Milan
HONG KONG, iNews.id- Rochy Putiray sempat membuat geger sepak bola Asia di era 2000-an. Pemain nyentrik ini pernah membobol gawang AC Milan dan berjaya di Hong Kong.
Pemain kelahiran 26 Juni 1970 itu bahkan disebut legenda di Hong Kong. Hal ini tak lepas dari kontribusinya hampir selama lima tahun bermain untuk empat klub berbeda di liga itu.
Klub pertama yang diperkuat Rochy adalah Instant-Dict pada musim 2000-2001. Dia membukukan 20 kali pertandingan, mencetak 11 gol, hingga membawa tim finis di urutan kedua.
Hanya berkarir satu tahun di klub pertama, penyerang itu diminati sejumlah klub lainnya di liga yang sama. Sampai akhirnya tim kuat Happy Valley AA menjadi tempat singgahnya setahun berikutnya.
Di tim ini, Rochy juga memberikan dampak signifikan. Dia tampil sebanyak 25 pertandingan dengan sukses mencetak sebanyak 17 gol.
Meski dengan statistik mentereng, Karier pria kelahiran Situbondo itu justru berada pada puncaknya pada musim 2002-2003 bersama South China AA.
Rochy lagi-lagi hanya dikontrak selama satu tahun di klub itu. Namun dampaknya, dia bisa membawa South China AA meraih gelar juara Senior Challenge Shield.
Kehadiran Rochy benar-benar memberi pengaruh besar pada prestasi klub. Sampai pada klub terakhirnya di Liga Hong Kong pada 2003-2004, Kitchee SC, dia berhasil membawanya finis di peringkat kedua.
Sejak saat itu, nama Rochy Putiray selalu diingat insan sepak bola Hong Kong. Tak terkecuali para pemain Timnas Hong Kong yang turut bermain di era tersebut.
Rochy juga menjadi pemain Indonesia pertama yang membobol gawang AC Milan. Kejadian bersejarah itu terjadi tahun 2004.
Saat ini klub Rochy, Kitchee menang 2-1 melawan AC Milan dalam laga pramusim. Milan saat itu diperkuat Andriy Shevchenko, Serginho hingga sang legenda Paulo Maldini.
Editor: Ibnu Hariyanto