Pertama Kalinya, Presiden Nintendo Minta Maaf soal Masalah Drift di Joy-Con

Dini Listiyani ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 12:03 WIB
Pertama Kalinya, Presiden Nintendo Minta Maaf soal Masalah Drift di Joy-Con

Controller Joy-Con (Foto: Nintendo)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Petinggi Nintendo untuk pertama kalinya secara resmi meminta maaf atas kegagalan fungsi controller Joy-Con. Apalagi kegagalan fungsi Joy-Con memengaruhi pemain di seluruh dunia.

"Mengenai Joy-Con, kami meminta maaf atas masalah yang terjadi pada pelanggan kami," kata Presiden Nintendo Shuntaro Furukawa pada sesi tanya jawab investor baru-baru ini.

Pada kesempatan itu, Furukawa juga menegaskan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan produknya. Tapi, petinggi Nintendo tersebut tidak dapat memberikan secara detail tindakan apa yang akan dilakukan.

"Kami terus berupaya meningkatkan produk kami, tapi karean Joy-Con adalah subyek dari gugatan class action di Amerika Serikat dan ini masih merupakan masalah yang tertunda, kami ingin menahan diri untuk tidak merespons tentang tindakan spesifik apa pun," ujarnya sebagaimana dikutip dari Digital Trends, Rabu (1/7/2020).

Class 18 penggugat yang mewakili semua pengguna Joy-Con menampar Nintendo dengan gugatan tahun lalu. Mereka menuduh perusahaan menjual controller Joy-Con yang rusak.

Dalam gugatan, Nintendo juga dituduh gagal mengungkapkan cacat dan menagih pelanggan untuk perbaikan. Penggugat utama, Ryan Diaz, mengatakan, controller Joy-Con mulai 'drifting' kurang dari setahun usai dia membelinya pada 2017.

Nintendo memberikan Diaz controller pengganti yang mengalami masalah yang sama beberapa bulan usai menerimanya. Di Twitter, Reddit, dan forum game, pemilik Nintendo Switch juga mengeluhkan masalah Joy-Con.

Nintendo diam-diam mengubah kebijakan perbaikannya tahun lalu usai sebuah memo internal bocor secara online dan meminta perwakilan layanan pelanggan menawarkan perbaikan gratis, terlepas dari status garansi. Mereka yang membayar untuk perbaikan juga berhak menerima pengembalian uang secara penuh.

Pada Maret lalu, seorang hakim pengadilan distrik menolak permintaan Nintendo untuk membatalkan gugatan tersebut. Sebaliknya, mereka mengatakan kedua belah pihak perlu memasuki arbitrase karena Nintendo’s End User License Agreement diserukan dalam perselisihan antara perusahaan dan pelanggan. Sejak itu, gugatan tidak membuat kemajuan apa pun.

Editor : Dini Listiyani