Bangkit dari Kubur! Friendster Resmi Comeback di iPhone
Pendekatan ini bukan tanpa alasan. Sang pengembang, Mike Carson, menyebut metode tersebut sengaja dirancang untuk mendorong interaksi di dunia nyata.
"Ide bahwa satu-satunya cara berteman adalah dengan menempelkan ponsel terasa menyenangkan, karena itu membuat orang benar-benar bertemu langsung," ungkap Carson.
Dengan cara ini, Friendster ingin memastikan bahwa setiap koneksi adalah nyata, bukan sekadar angka atau followers tanpa makna.
Dibangun dari Nol, Bukan Sekadar Nostalgia
Carson diketahui membeli domain dan merek dagang Friendster yang sudah kedaluwarsa pada periode 2023–2025. Sejak saat itu, dia mengembangkan ulang platform ini dari nol dengan visi yang jauh dari sekadar nostalgia.
Menariknya, Carson mengaku tidak terlalu fokus pada keuntungan. Dia hanya berharap Friendster bisa membiayai dirinya sendiri di masa depan, kemungkinan lewat fitur premium berbayar.