Bangkit dari Kubur! Friendster Resmi Comeback di iPhone
Tak berhenti di situ, Friendster juga tengah menguji fitur unik yang berpotensi mengubah dinamika pertemanan digital:
Pengguna bisa mengirim pesan ke teman dari teman (friends of friends)
Koneksi pertemanan bisa 'memudar' jika dua pengguna tidak bertemu langsung selama satu tahun
Fitur terakhir ini disebut sebagai 'pengingat halus' bahwa hubungan pertemanan sejati harus dirawat di dunia nyata, bukan hanya lewat layar.
Di tengah kejenuhan pengguna terhadap algoritma agresif dan eksploitasi data, kebangkitan Friendster bisa menjadi angin segar. Platform ini seolah menantang paradigma media sosial modern yang selama ini didominasi oleh konten viral dan monetisasi.
Apakah Friendster benar-benar mampu kembali berjaya? Atau hanya sekadar fenomena sesaat yang memanfaatkan nostalgia? Yang jelas, satu hal mulai terasa, orang mulai rindu koneksi yang lebih nyata, dan Friendster datang di momen yang tepat.
Editor: Muhammad Sukardi