Smartwatch Bisa Bantu Deteksi Dini Gangguan Irama Jantung, Begini Kata Dokter
Jika penyumbatan terjadi, penderita berisiko mengalami stroke. Oleh karena itu, pemantauan irama jantung menjadi langkah penting dalam pencegahan komplikasi yang lebih serius.
Meski begitu, Profesor Yoga menegaskan hasil pemantauan dari smartwatch atau smartphone tidak bisa dijadikan diagnosis medis. Perangkat tersebut hanya berfungsi sebagai alat skrining awal untuk mendeteksi kemungkinan adanya gangguan irama jantung.
Jika perangkat wearable menunjukkan ketidakteraturan denyut jantung, langkah selanjutnya harus dilakukan pemeriksaan medis lanjutan seperti elektrokardiogram atau EKG.
“Kalau dari smartwatch atau smartphone ada dugaan fibrilasi atrium, tetap harus dilakukan EKG untuk konfirmasi. Pengobatan dan tata laksana hanya bisa diberikan setelah diagnosisnya pasti,” kata Profesor. Yoga.
Deteksi dini menjadi hal penting karena banyak kasus fibrilasi atrium tidak menimbulkan gejala yang jelas. Tidak sedikit pasien baru mengetahui kondisi tersebut setelah muncul komplikasi serius, salah satunya stroke.
Memanfaatkan teknologi yang sudah dimiliki masyarakat, kesadaran untuk memantau kesehatan jantung diharapkan semakin meningkat. Langkah ini juga dapat membantu mencegah risiko komplikasi sejak lebih awal.
Editor: Dani M Dahwilani