Alasan Masyarakat Masih Percaya Aplikasi Investasi Ilegal

Fikri Kurniawan ยท Jumat, 26 Februari 2021 - 18:09:00 WIB
Alasan Masyarakat Masih Percaya Aplikasi Investasi Ilegal
Alasan Masyarakat Masih Percaya Aplikasi Investasi Ilegal (Foto: Unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Aplikasi investasi ilegal masih ada di tengah-tengah masyarakat. Bahkan, beberapa aplikasi ilegal tersebut mampu memikat hati masyarakat Indonesia. 

Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing, pihaknya melihat ada beberapa penyebab yang membuat masih banyaknya masyarakat aplikasi investasi ilegal seperti Vtube dan TikTok Cash.

Menurut Tongam, penyebab utama adalah tingkat literasi di masyarakat karena belum mengenal produk-produk keuangan dan investasi dengan baik, agar bisa mengetahui mana investasi yang bisa diikuti dan mana yang penipuan.

Kemudian, perilaku masyarakat Indonesia juga masih mudah tergiur dengan imbal hasil tinggi yang cepat, serta dapat uang tanpa bekerja. "Bahkan ada yang menawarkan tidur digaji," lata Tongam, saat koferensi pers virtual yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jumat (26/2/2021).

Penyebab selanjutnya adalah masih banyaknya tingkat kesulitan ekonomi di masyarakat, sehingga masyarakat cenderung melihat uang semata tanpa melihat risikonya. Bahkan, yang paling mebgerikan masih ada masyarakat yang meminjam untuk investasi ilegal, karena iming-iming pendapatan besar.

"Kalau dilihat dari pendapat ahli, investasi itu karena ada uang lebih, bukan minjam. Jangan minjam uang untuk risiko yang tinggi," imbuhnya.

Penyebab terakhir adanya testiomini dari peserta sebelumnya. Padahal, menurut Tongam, peserta sebelumnya itu punya kepentingan agar banyak masyarakat yang ikut. Bahkan ada aplikasi investasi ilegal yang menggunakan tokoh masyarakat untuk memberikan testimoni.

"Karena ada testimoni yang telah mendapatkan uang, pasti masyarakat tertarik. Padahal itu semu. Mereka menginginkan orang lain terjebak juga," tegas Tongam.

Bagi masyarakat yang terlanjur terjebak dalam investasi serupa, Tongam menuturkan bahwa pelaku harus bertanggung jawab dengan melaporkan ke pihak kepolisian. Sebab, pemerintah tidak menanggung pengembalian dari investasi ilegal.

"Meskipun selama ini dalam pengalaman kami, tidak ada uang pengembalian 100 persen. Tapi harus dilaporkan agar ada efek jera kepada pelaku," tuturnya.

Editor : Dini Listiyani

Halaman : 1 2