Asosiasi Media Siber Ungkap Hampir Semua Jurnalis Gunakan AI sebagai Alat Bantu
“Pasti tingkat produktivitas mereka akan pasti jauh lebih lebih lebih tinggi. Karena karena proses produksinya itu mereka akan dipangkas. Kebayang enggak teman-teman apa namanya kalau kita harus men-transcript rekaman sejam kita interview sejam gitu apa sejam men-transcript-nya bisa lebih dari tiga 3 jam,” katanya.
Tak hanya mempercepat transkripsi, AI juga mampu merangkum isi wawancara sehingga membantu jurnalis menentukan sudut pandang penulisan lebih cepat. Namun, dia mengingatkan bahwa penggunaan AI tetap harus berada dalam koridor etika dan tanggung jawab profesional.
“Cuma memang betul apa namanya apa Dewan Press juga apa namanya sudah memberikan ini ya tapi kan memberikan panduan bahwa ujungnya gitu karena tanggung jawab ujungnya itu tetap ada ada di jurnalis. Jadi, tidak bisa produk jurnalistik itu automatik tanpa intervensi manusia kemudian produk dan cara jurnalistik itu muncul langsung di publish di platform penerbitan media tersebut secara langsung itu tidak tidak dianjurkan lah,” ujarnya.
Dia menegaskan, produk jurnalistik tidak boleh sepenuhnya dihasilkan dan dipublikasikan tanpa campur tangan manusia. Tanggung jawab akhir atas akurasi, keberimbangan, dan etika pemberitaan tetap berada di tangan jurnalis.
Editor: Dani M Dahwilani