Kian Panas, Elon Musk dan Twitter Kini Bertengkar soal Pesan Signal

Dini Listiyani · Rabu, 28 September 2022 - 13:47:00 WIB
Kian Panas, Elon Musk dan Twitter Kini Bertengkar soal Pesan Signal
Elon Musk dan Twitter Kini Bertengkar soal Pesan Signal (Foto: Souvik Banerjee/Unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Pertarungan hukum antara Elon Musk dan Twitter kian memanas. Pengacara kedua belah pihak kembali berhadapan di Delaware’s Court of Chancery menjelang persidangan Oktober yang menentukan nasib kesepakatan. 

Di antara masalah yang diangkat dalam sidang berlangsung lebih dari 3 jam adalah penggunaan aplikasi pesan terenkripsi Musk, Signal. Pengacara Twitter mengklaim, Musk telah menahan pesan yang dikirim melalui aplikasi, mengutip screenshot dari pertukaran antara Musk dan Jared Birchall, kepala kantor keluarga Musk.

Menurut pengacara Twitter, pesan tersebut merujuk pada Morgan Stanley dan Marc Andreesan serta percakapan tentang persetujuan peraturan UE dari kesepakatan Musk dengan Twitter.

Pengacara Twitter mengatakan mereka menemukan screenshot pertukaran usai Musk dan Birchall membantah menggunakan Signal demi membicarakan kesepakatan itu. Screenshot menunjukkan pesan diatur untuk dihapus secara otomatis. 

Pengacara Twitter juga mengutip "pesan teks yang hilang" antara Musk dan Ketua Oracle Larry Ellison, yang akan menjadi co-investor dalam kesepakatan Twitter. Musk dan Ellison mengirim SMS pagi sebelum Musk mentweet kesepakatan Twitter "sementara ditahan." 

Tidak diketahui arti dari teks-teks itu, tetapi pengacara Twitter mencatat Musk menulis kepada Ellison mengatakan waktu yang menarik sebelum mengatur panggilan telepon dengannya.

Pengacara Twitter meminta hakim dalam kasus tersebut, Kathaleen St. J. McCormick, untuk memberi sanksi kepada Musk atas penanganan pihaknya atas pesan-pesannya. "Kami berpikir waktunya telah tiba bagi pengadilan untuk mengeluarkan sanksi berat," kata pengacara Twitter selama persidangan.

Sisi Musk berusaha untuk mengecilkan pentingnya penggunaan Signal oleh CEO Tesla. "Sebenarnya tidak ada bukti kami menghancurkan bukti," kata salah satu pengacara Musk menjawab sebagaimana dikutip dari Engadget. 

Signal, katanya, itu terdengar seperti perangkat jahat. “Faktanya, eksekutif Twitter telah bersaksi beberapa dari mereka benar-benar menggunakan pesan Signal.”

Pengacara Musk mengutip adanya pesan Signal antara Jack Dorsey dan ketua dewan Bret Taylor, dan mencatat CEO Parag Agrawal saat ini juga telah menyerahkan pesan Signal. "Signal bukanlah mekanisme yang eksotis, sangat umum di Silicon Valley menggunakan platform ini,” katanya.

Khususnya, sidang terbaru bukan pertama kalinya pengacara Twitter menggunakan pesan pribadi Musk yang diperoleh dalam proses penemuan hukum dalam upaya mereka untuk menegakkan ketentuan asli dari kesepakatan dengan Musk. 

Pengacara Twitter sebelumnya menyebut pesan teks antara Musk dan salah satu bankir Morgan Stanley di mana ia mengutip kekhawatiran tentang "Perang Dunia 3" sebagai alasan untuk memperlambat negosiasinya dengan Twitter.

Editor : Dini Listiyani

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda