Mengenal Mira Murati, Sosok di Balik Teknologi ChatGTP OpenAI
Selain itu, ChatGPT dapat membuat esai, puisi, lirik lagu, lamaran pekerjaan hingga menjawab berbagai pertanyaan ujian seperti ujian masuk sekolah Hukum Universitas Minnesota dan ujian MBA, Wharton.
Namun adanya ChatGPT mendapatkan respons yang berbeda dari publik. Karena, aplikasi secara tidak langsung memberi celah untuk para pelajar melakukan penggunaan yang tidak bertanggung jawab. Terlepas dari itu, Mira Murati mengungkapkan sisi positif ChatGPT yang dapat mempermudah pelajar sebagai gaya belajar baru.
“Dengan ChatGPT, Anda dapat berkomunikasi tanpa henti untuk meningkatkan pemahaman Anda (terhadap suatu isu). Ini punya potensi yang besar untuk membantu setiap orang di dunia pendidikan agar memiliki gaya belajar yang lebih dipersonalisasi,” kata Murati dalam Time Magazine.
Kendati demikian, Mira Murati mengaku kemajuan teknologi AI dapat berdampak buruk jika disalahgunakan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan dalam mengedukasi dan mengimbau pengguna terkait penggunaan AI dengan bermanfaat dan bertanggung jawab.
“Penting bagi OpenAI dan perusahaan lain seperti kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait penggunaan AI yang terkontrol dan bertanggung jawab. Namun, jumlah kami (karyawan di OpenAI) sedikit dan butuh banyak saran terhadap sistem kami, seperti dari pemerintah sebagai regulator ataupun masyarakat,” ujarnya.