OpenAI Mulai Bajak Insinyur iPhone, Apple Ketar-Ketir dan Rela Kasih Bonus Besar!
Kekhawatiran Apple bukan tanpa alasan. OpenAI kini semakin serius menggarap perangkat keras AI, terlebih setelah menggandeng mantan kepala desain Apple, Jony Ive, untuk mengembangkan generasi baru perangkat masa depan.
Tak hanya itu, divisi perangkat keras OpenAI juga diperkuat oleh sosok internal Apple sebelumnya, Tan Tang. Ia bahkan disebut telah merekrut puluhan insinyur Apple, termasuk mereka yang pernah terlibat dalam pengembangan iPad, Apple Watch, hingga Vision Pro.
Situasi ini menandai perubahan besar dalam peta persaingan industri teknologi. Startup AI tidak lagi sekadar fokus pada perangkat lunak, tetapi mulai membangun perangkat keras yang berpotensi menggantikan dominasi iPhone.
Ancaman tersebut semakin nyata dengan munculnya pemain baru seperti Hark, perusahaan rintisan yang digagas Brett Adcock. Startup ini juga aktif merekrut mantan insinyur Apple untuk mengembangkan perangkat AI generasi berikutnya.
Di tengah tekanan tersebut, Apple berupaya mengejar ketertinggalan dengan mengembangkan berbagai produk berbasis AI, mulai dari kacamata pintar, AirPods generasi baru, hingga perangkat wearable yang dilengkapi asisten Siri dan kamera berbasis computer vision.
Namun, langkah Apple yang 'jor-joran' memberikan bonus menjadi sinyal kuat bahwa perang memperebutkan talenta AI kini semakin sengit. Bahkan perusahaan sebesar Apple pun mulai merasakan tekanan besar dalam mempertahankan sumber daya manusia terbaiknya.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin dominasi iPhone di masa depan akan benar-benar ditantang oleh gelombang baru perangkat berbasis AI.
Editor: Muhammad Sukardi