Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Cloudfare Down Bikin Situs X hingga ChatGPT Sulit Diakses, Inikah Penyebabnya?
Advertisement . Scroll to see content

Perangi Kekerasan Berbasis Gender, Twitter Hadirkan Notifikasi Khusus

Kamis, 18 Juni 2020 - 12:10:00 WIB
Perangi Kekerasan Berbasis Gender, Twitter Hadirkan Notifikasi Khusus
Aplikasi Twitter (Foto: Unsplash)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Twitter meluncurkan notifikasi khusus untuk kekerasan berbasis gender di tujuh negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Kehadiran fitur baru ini merespons lonjakan kekerasan berbasis gender secara global sebagai dampak dari isolasi selama pandemi Covid-19.

Twitter adalah perusahaan teknologi pertama yang meluncurkan notifikasi kekerasan berbasis gender. Tindakan diambil mengingat kekerasan berbasis gender kian meningkat salama pandemi Covid-19.

Sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, karantina wilayah yang diumumkan secara global selama pandemi COVID-19 menyebabkan gelombang yang mengkhawatirkan dalam kekerasan berbasis gender (KBG). Alhasil, memperparah ketidaksetaraan gender dengan adanya tanggung jawab untuk merawat anggota keluarga yang rentan di rumah.

Notifikasi khusus kekerasan berbasis gender tersedia di tujuh negara yang mencakup Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura, Korea Selatan, dan Vietnam. Jadi, saat pengguna mengetik atau melakukan pencarian di explore terkait kekerasan gender, notifikasi yang akan mengarahkan ke hotline dan laman informasi untuk mencari bantuan akan muncul.

Layanan disediakan Twitter lewat kemitraan dengan UN Women Asia Pasifik yang berperan sebagai penasehat, LSM terkemuka, serta lembaga negara, yang menyediakan perawatan darurat, dukungan dan konseling. Di Indonesia, Twitter bermitra dengan LBH APIK Jakarta (@LBHAPIK) dan Komisi Nasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan (@KomnasPerempuan) sebagai mitra nasional terpercaya.

“Twitter bangga dapat meluncurkan fitur unik ini untuk membantu mengatasi kekerasan berbasis gender, termasuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kami berterima kasih atas kolaborasi dan dukungan yang telah diberikan oleh para mitra kami di Indonesia. Kami berharap inisiatif ini dapat membantu menjangkau audiens dari mitra kami yang membutuhkan bantuan di masa pandemik COVID-19 ini dan seterusnya," kata Public Policy Director, Indonesia & Malaysia, Twitter Agung Yudha dalam keterangan yang diterima iNews.id, Kamis (18/6/2020).

Sekadar informasi, berdasarkan laporan terbaru oleh UN Women, sebanyak 243 juta perempuan dan anak perempuan berusia 15-49 tahun secara global telah mengalami kekerasan seksual dan/atau fisik yang dilakukan oleh pasangannya dalam 12 bulan terakhir. Data yang muncul menunjukkan sejak wabah COVID-19 merebak, kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan, dan khususnya kekerasan berbasis gender, telah meningkat di seluruh dunia.

“Kekerasan pada perempuan dan anak perempuan di Asia Pasifik meluas dan kenyataannya hal tersebut banyak yang tidak dilaporkan. Secara global, satu dari tiga perempuan mengalami kekerasan setidaknya sekali seumur hidup. Faktanya, angka itu lebih besar di banyak negara di wilayah kami yaitu dua dari tiga perempuan yang melaporkan adanya kekerasan.” kata Melissa Alvarado dari UN Women Asia Pacific Regional Manager on Ending Violence against Women (@unwomenasia).

Editor: Dini Listiyani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut