Saingi Twitter, Instagram Jadi Sumber Berita Populer untuk Kaum Muda

Dini Listiyani ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 18:26 WIB
Saingi Twitter, Instagram Jadi Sumber Berita Populer untuk Kaum Muda

Aplikasi Instagram (Foto: Unsplash)

MENLO PARK, iNews.id - Instagram bukan hanya mejadi tempat berbagi foto bagi kaum muda, tapi juga mencari berita. Platform berbagi foto di bawah Facebook ini semakin dekati Twitter sebagai sumber berita pilihan.

Dikutip dari Digital Trends, Rabu (17/6/2020), Reuters Institute Digital News Report 2020 menemukan, Instagram melonjak sebagai sumber berita bagi kaum muda antara usia 18-24 tahun. Penggunaan aplikasi berbagi foto untuk berita dilaporkan dua kali lipat sejak 2018.

"Instagram menjadi sangat populer di kalangan orang muda. Mereka benar-benar merespons dengan baik cerita yang diceritakan secara sederhana dan baik dengan gambar visual," kata penulis utama laporan itu Nic Newman kepada BBC News.

Fitur Instagram seperti IGTV dan Stories dapat berkontribusi pada lonjakannya sebagai sumber berita. Pasalnya, fitur-fitur ini secara visual interaktif.

Menurut temuan laporan, sekitar 11 persen orang menggunakan Instagram untuk berita, yang berada tepat di belakang Twitter (12 persen). Laporan memperkirakan Instagram akan melampaui Twitter dalam beberapa tahun mendatang.

Terlepas dari itu semua, tentu saja Facebook masih berkuasa atas sumber berita media sosial. Laporan tersebut menunjukkan, 36 persen orang menggunakan Facebook untuk berita mereka.

YouTube dan WhatsApp berada di tempat kedua dan ketiga, dengan masing-masing perolehan 21 persen dan 16 persen pengguna menggunakan platform media sosial tersebut sebagai sumber berita.

Namun, orang-orang masih tidak sepenuhnya mempercayai media sosial sebagai berita yang masuk. Menurut laporan itu, hanya 26 persen orang mengatakan mereka percaya mendapatkan berita dari media sosial.

Sebagai perbandingan, 59 persen responden mempercayai organisasi berita yang kredibel, terutama saat menyangkut informasi coronavirus. Guna memerangi informasi yang salah dan penyebaran berita palsu, platform media sosial telah menerapkan pemberitahuan atau peringatan pengecekan fakta, meminta Anda membaca artikel sebelum membagikannya, dan bahkan chatbot pengecekan fakta.

Editor : Dini Listiyani