WhatsApp Meluncurkan Pusat Informasi COVID-19

Dini Listiyani ยท Kamis, 19 Maret 2020 - 07:28 WIB
 WhatsApp Meluncurkan Pusat Informasi COVID-19

WhatsApp luncurkan pusat informasi COVID-19 (Foto: Ilustrasi/ Unsplash)

JAKARTA, iNews.id - WhatsApp secara serentak mengumumkan dua inisiatif baru untuk mendukung upaya global dalam melawan pandemi virus korona (COVID-19). Seperti apa inisiatif WhatsApp tersebut?

Guna mendukung melawan pendemi COVID-19, WhatsApp meluncurkan Pusat Informasi COVID-19 WhatsApp, yang berkolaborasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), serta melalui penyaluran donasi USD1 juta untuk Jaringan Internasional Penguji Fakta (IFCN) asuhan Poynter Insititute.

Pusat Informasi COVID-19 WhatsApp yang baru diluncurkan dapat ditemukan di laman whatsapp.com/coronavirus. Laman berisi panduan kesehatan bagi para petugas kesehatan, tenaga pengajar, tokoh masyarakat, organisasi nirlaba, jajaran pemerintah, serta pelaku bisnis yang senantiasa mengandalkan WhatsApp untuk berkomunikasi.

Situs juga menawarkan tips dan konten umum bagi pengguna di seluruh dunia demi mengurangi penyebaran rumor dan membuka akses terhadap informasi kesehatan yang akurat. Rekomendasi informasi COVID-19 ini memberikan panduan cepat kepada grup-grup kecil sehingga mereka dapat memanfaatkan fitur WhatsApp secara maksimal.

Selain itu, WhatsApp juga bekerja sama dengan WHO untuk menyediakan layanan hotline perpesanan yang bisa langsung digunakan orang-orang di seluruh dunia. Hotline ini akan menyediakan informasi terpecaya dana akan terdaftar dalam Pusat Informasi COVID-19 WhatsApp.

Sampai saat ini, WhatsApp bekerja sama dengan sejumlah kementerian kesehatan nasional dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk memberikan informasi faktual kepada pengguna melalui perpesanan singkat di berbagai negara, termasuk Singapura, Israel, Afrika Selatan, Brasil, dan Indonesia.

"Kami mengamati selama periode ini banyak yang mengandalkan WhatsApp baik dalam komunikasi antarteman dan orang yang dicintai, antara dokter dan pasiennya, maupun guru dan siswanya. Kami ingin menyediakan pusat informasi sederhana yang dapat membantu menghubungkan orang-orang di saat yang penuh kewaspadaan ini. Kami senang karena bisa bekerja sama dengan Poynter Institute untuk membantu menumbuhkan sejumlah organisasi penguji fakta di WhatsApp serta mendukung pekerjaan mulai mereka dalam mematahkan rumor. Kami juga akan terus bekerja sama secara langsung dengan kementerian kesehatan di seluruh dunia agar mereka dapat memberikan informasi terkini secara langsung melalui WhatsApp," kata Head of WhatsApp Will Cathcart dalam keterangan tertulis kepada iNews.id, Kamis (19/3/2020).

Di samping itu, pendanaan sebesar USD1 juta dari WhatsApp kepada IFCN akan mendukung upaya pengujian fakta oleh aliansi #CoronaVirusFacts dan menjangkau lebih dari 100 organisasi lokal yang sejauh ini tersebar di 45 negara. Selama setahun terakhir, WhatsApp terus berupaya mendatangkan berbagai organisasi penguji fakta langsung di platform WhatsApp agar mereka dapat melakukan crowdsource dan melaporkan rumor yang beredar dalam berbagai layanan perpesanan termasuk WhatsApp atau SMS.

Pendanaan ini bertujuan untuk mendukung pelatihan cara menggunakan fitur-fitur canggih dalam WhatsApp Business, termasuk WhatsApp Business API. Perluasan kehadiran organisasi-organisasi penguji fakta tersertifikasi IFCN ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menanggapi potensi rumor yang berbahaya.

Dalam laporan yang sama, WhatsApp juga berbagi cara untuk mencegah penyebaran misinformasi terkait COVID-19 dalam layanan perpesanan mereka. Berikut ini caranya.

1. Kenali Berita Palsu
Perhatikan tanda-tanda yang dapat membantu Anda memutuskan apakah informasi itu palsu. Misalnya, pesan yang diteruskan tanpa sumber atau bukti. Foto, video, bahkan rekaman suara dapat direkayasa untuk menyesatkan Anda.

2. Berhenti dan Pikirkan Lagi Sebelum Anda Membagikan Pesan yang Diteruskan
Pesan dengan label 'Diteruskan' (Forwarded) membatu Anda mengetahui apakah pesan tersebut ditulis oleh teman atau kerabat, atau apakah pesan tersebut sebenarnya berasal dari orang lain. Ketika pesan diteruskan dari satu pengguna ke pengguna lain lebih dari lima kali, pesan ini akan ditandai dengan ikon panah ganda untuk menunjukkan pesan tergolong banyak diteruskan, dan mungkin berpotensi mengandung misinformasi.

3. Bantu Menghentikan Penyebaran
Jika Anda menyadari sebuah informasi tidak terlihat benar atau membuat klaim medis tidak resmi, tanyakan kepada pengirim apakah mereka daspat memverifikasi informasi tersebut. Jangan teruskan pesan hanya karena orang lain meminta Anda untuk melakukannya, meskipun orang tersebut merupakan teman Anda.

4. Verifikasi dengan Sumber Lain
Cari faktanya secara online dan periksa situs yang dapat dipercaya seperti WHO, Kementerian Kesehatan, atau situs berita terpercaya untuk mengetahui dari mana cerita itu berasal.

5. Laporkan Pesan atau Akun Pengguna yang Terbukti Membagikan Informasi Tidak Akurat
WhatsApp mendorong agar pengguna melaporkan konten, kontak, grup yang bermasalah. Anda dapat melaporkan segala informasi adalam aplikasi dengan mengunjungi Pengaturan/Setelah> Bantuan> Hubungi Kami.

Editor : Dini Listiyani