19 Macan Tutul Jawa Berhasil Diidentifikasi di TNBTS, Lengkap dengan Rantai Makanannya
"Untuk itu, sosialisasi berkala dan pelibatan warga sangat penting agar masyarakat memahami perilaku satwa, menjaga batas ruang yang aman, serta bersama-sama menolak perburuan liar demi menjaga keharmonisan ekosistem," tuturnya.
Sebagai bagian dari penguatan konservasi, JWLS sejak 2024 juga mengadakan pelatihan teknik survei, pengelolaan kamera pengintai, hingga analisis data. Kegiatan ini melibatkan peneliti, petugas kawasan, dan komunitas lokal agar pemantauan satwa dapat dilakukan secara berkelanjutan.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan, pelestarian macan tutul jawa harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem hutan secara menyeluruh.
"Sebagai predator puncak keberadaannya merupakan indikator vital bagi kesehatan hutan yang menjadi penyangga tata air dan keanekaragaman hayati. Melalui pilar Bakti Lingkungan, kami mendukung kajian ilmiah ini guna memastikan setiap langkah intervensi konservasi bertumpu pada data dan kondisi lapangan," kata Hera.
Temuan 19 individu macan tutul jawa beserta 26 jenis satwa mangsa potensial di TNBTS menjadi gambaran penting mengenai kondisi ekosistem hutan. Namun, keberlangsungan predator puncak ini tetap bergantung pada perlindungan habitat, ketersediaan pakan alami, dan kemampuan manusia menjaga keseimbangan kehidupan di dalam hutan.
Editor: Muhammad Sukardi