Apa Itu Heat Dome? Fenomena yang Bikin Suhu Paris Terpanas Sepanjang Sejarah!
Meski suhu di Timur Tengah atau Afrika sering kali lebih tinggi, gelombang panas di Eropa dinilai memiliki dampak yang lebih besar. Salah satu alasannya, sebagian besar bangunan dan infrastruktur di kawasan tersebut dirancang untuk menghadapi musim dingin, bukan cuaca panas ekstrem.
Diperkirakan hanya sekitar 20 persen rumah di Eropa yang memiliki pendingin udara (AC). Akibatnya, suhu di dalam rumah dapat tetap tinggi hingga malam hari sehingga meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heat stroke, terutama pada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penderita penyakit kronis.
Menurut para ilmuwan, heat dome bukanlah fenomena baru. Namun, perubahan iklim akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca membuat dampaknya menjadi jauh lebih ekstrem.
Pemanasan global meningkatkan suhu dasar atmosfer. Ketika heat dome terbentuk, udara yang sudah lebih hangat akan terperangkap sehingga suhu dapat melonjak ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Data iklim menunjukkan Eropa merupakan benua yang mengalami pemanasan paling cepat di dunia. Sejak pertengahan 1990-an, suhu rata-rata di kawasan tersebut meningkat sekitar 0,56 derajat Celsius setiap dekade, lebih dari dua kali rata-rata global.
Karena itu, para ilmuwan memperingatkan bahwa gelombang panas ekstrem seperti yang kini melanda Paris berpotensi menjadi lebih sering, lebih intens, dan berlangsung lebih lama apabila laju perubahan iklim tidak berhasil ditekan.
Editor: Muhammad Sukardi