Astronom Mendeteksi Asteroid dengan Ekor Mirip Komet

Dini Listiyani · Jumat, 22 Mei 2020 - 20:04 WIB
Astronom Mendeteksi Asteroid dengan Ekor Mirip Komet

Astronom mendeteksi asteroid dengan ekor mirip komet (Foto: ATLAS/ University of Hawai)

CALIFORNIA, iNews.id - University of Hawai’i Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System (ATLAS) telah menemukan asteroid Jupiter Trojan pertama yang diketahui menumbuhkan ekor mirip komet. Seperti apa penjelasannya?

ATLAS adalah proyek yang didanai NASA menggunakan teleskop lapangan wide-field untuk memindai langit dengan cepat guna mencari asteroid yang mungkin menimbulkan ancaman dampak bagi Bumi. Tapi, dengan mencari sebagian besar langit setiap dua malam, ATLAS sering menemukan jenis objek lain, yang tidak berbahaya tapi sangat menarik.

Pada awal Juni 2019, ATLAS melaporkan apa yang tampak sebagai asteroid samar di dekat orbit Jupiter. The Minor Planet Center menetapkan penemuan baru sebagai 2019 LD2, sebagaimana dikutip dari Phys, Jumat (22/5/2020).

Gambar Inspection of ATLAS yang diambil pada 10 Juni oleh kolaborator Alan Fitzsimmons dan David Young di Queen’s Univeristy Belfast mengungkapkan kemungkinan sifat kometnya. Sementara itu, pengamatan tindak lanjut oleh astronom UH J.D Armstrong dan muridnya Sidney Moss pada 11 hingga 13 Juni menggunakan Las Cumbres Observatory global telescope menegaskan sifat komet dari tubuh ini.

Kemudian, pada Juli 2019, gambar ATLAS baru menangkap 2019 LD2 lagi sekarang benar-benar seperti komet, dengan ekor samar yang terbuat dari debu atau gas. Asteroid itu melintas di belakang Matahari dan tidak dapat diamati dari Bumi pada akhir 2019 dan awal 2020.

Tapi, setelah kemunculannya kembali di langit malam pada April 2020, pengamatan rutin ATLAS menegaskan asteroid masih tampak seperti komet. Pengamatan ini menunjukkan 2019 LD2 mungkin terus aktif selama hampir satu tahun.

Sementara ATLAS telah menemukan lebih dari 40 komet, yang membuat objek ini luar biasa adalah orbitnya. Indikasi awal itu adalah asteroid di dekat orbit Jupiter kini telah dikonfirmasi melalui pengukuran yang akurat dari banyak observatorium yang berbeda.

Faktanya, 2019 LD2 adalah jenis asteroid khusus yang disebut Jupiter Trojan dan tidak ada objek jenis ini yang pernah terlihat memuntahkan debu dan gas seperti komet.

Asteroid Trojan mengikuti orbit yang sama dengan planet, tapi tetap berada di sekitar 60 derajat di depan atau 60 derajat di belakang sepanjang orbit. Bumi memiliki setidaknya satu asteroid Trojan dan Neptunus punya lusinan.

Sedangkan Jupiter mempunyai ratusan asteroid Trojan. Asteroid Jupiter mengorbit Matahari dalam dua kawanan besar. Satu kawanan mengorbit di depan planet dan yang lainnya di belakangnya. Trojan asteroid telah ditangkap ke dalam orbit ini oleh gravitasi Jupiter yang kuat.

Apa yang membuat 2019 LD2 begitu menarik adalah sebagian besar Jupiter Trojan ditangkap miliran tahun yang lalu. Setiap permukaan es yang bisa menguap untuk mengeluarkan gas dan debu seharusnya sudah dilakukan sejak lama, sehingga membiarkan benda-benda itu diam-diam mengorbit sebagai asteroid, tidak berlaku seperti komet.

“Kami telah percaya selama beberapa dekade asteroid Trojan harus memiliki sejumlah besar es di bawah permukaannya, tapi tidak pernah memiliki bukti sampai sekarang. ATLAS telah menunjukkan prediksi sifat es mereka mungkin benar,” kata Fitzsimmons.

Apa yang bisa membuat 2019 LD2 tiba-tiba menunjukkan perilaku cometary? Jupiter kemungkinan menangkapkan baru-baru ini dari orbit yang lebih jauh di mana es masih bisa bertahan.

Pengamatan baru untuk mencari tahu sedang diperoleh dan dievaluasi. Namun, yang pasti alam semesta penuh dengan kejutan.

Editor : Dini Listiyani