Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Sebut Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Bantu Urai Kabut Asap Karhutla, Jarak Pandang Membaik
Advertisement . Scroll to see content

Jakarta Super Gerah gegara Fenomena Urban Heat Island, Apa Itu?

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:14:00 WIB
Jakarta Super Gerah gegara Fenomena Urban Heat Island, Apa Itu?
Jakarta terasa lebih gerah belakangan ini. (Foto: Zoom Earth)
Advertisement . Scroll to see content

Aspal jalan, trotoar, atap, dan dinding bangunan dapat menyimpan energi panas selama siang hari. Ketika Matahari terbenam, material tersebut melepaskan panas secara bertahap sehingga suhu lingkungan di sekitarnya tidak langsung turun.

Kondisi ini berbeda dengan kawasan yang memiliki banyak pepohonan dan lahan terbuka. Vegetasi memberikan keteduhan sekaligus membantu mendinginkan lingkungan melalui evapotranspirasi, yaitu proses pelepasan uap air dari tanah dan tumbuhan ke atmosfer.

Sebaliknya, kawasan yang didominasi beton dan aspal memiliki kemampuan pendinginan alami yang lebih terbatas. Kepadatan bangunan juga dapat memengaruhi sirkulasi angin dan pelepasan panas.

Aktivitas manusia, seperti penggunaan kendaraan bermotor dan pendingin ruangan, turut menghasilkan panas yang dapat menambah beban termal di lingkungan perkotaan.

Akibatnya, jalan yang minim pepohonan bisa terasa lebih menyengat dibandingkan taman rindang, meskipun keduanya berada di wilayah yang sama.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut