Jakarta Super Gerah gegara Fenomena Urban Heat Island, Apa Itu?
Aspal jalan, trotoar, atap, dan dinding bangunan dapat menyimpan energi panas selama siang hari. Ketika Matahari terbenam, material tersebut melepaskan panas secara bertahap sehingga suhu lingkungan di sekitarnya tidak langsung turun.
Kondisi ini berbeda dengan kawasan yang memiliki banyak pepohonan dan lahan terbuka. Vegetasi memberikan keteduhan sekaligus membantu mendinginkan lingkungan melalui evapotranspirasi, yaitu proses pelepasan uap air dari tanah dan tumbuhan ke atmosfer.
Sebaliknya, kawasan yang didominasi beton dan aspal memiliki kemampuan pendinginan alami yang lebih terbatas. Kepadatan bangunan juga dapat memengaruhi sirkulasi angin dan pelepasan panas.
Aktivitas manusia, seperti penggunaan kendaraan bermotor dan pendingin ruangan, turut menghasilkan panas yang dapat menambah beban termal di lingkungan perkotaan.
Akibatnya, jalan yang minim pepohonan bisa terasa lebih menyengat dibandingkan taman rindang, meskipun keduanya berada di wilayah yang sama.