Kisah Mezak Arnold Ratag, Astronom Brilian Penemu Planetary Nebula

Tangguh Yudha · Rabu, 05 Oktober 2022 - 17:39:00 WIB
Kisah Mezak Arnold Ratag, Astronom Brilian Penemu Planetary Nebula
Kisah Mezak Arnold Ratag, Astronom Brilian Penemu Planetary Nebula (Foto: Jeremy Thomas/Unsplash)

JAKARTA, iNews.id - Tidak sedikit ilmuwan hebat yang lahir dari rahim Ibu Pertiwi. Salah satunya adalah Mezak Arnold Ratag yang merupakan seorang astronom brilian yang hasil pemikirannya sudah diakui dunia dan terbukti memiliki manfaat untuk kehidupan.

Sosok jenius kelahiran Malang, Jawa Timur 24 September 1962 itu memiliki kontribusi besar di bidang astronomi. Mezak merupakan penemu planetary nebula yang mana karyanya itu sangat dipuji oleh banyak organisasi internasional.

Seperti dilansir dari berbagai sumber pada Selasa (4/10/2022), The International Astronomical Union bahkan menyebut planetary nebula Mezak merupakan sebuah langkah maju yang besar dalam ilmu pengetahuan.

Dia pun telah menerima penghargaan tertinggi untuk kepeloporan kerjanya dalam model iklim dan namanya diabadikan di 120 planetary nebula cluster temuannya, di antaranya adalah Ratag-Ziljstra-Pottasch-Menzies dan juga Ratag-Pottasch cluster.

Bagi yang belum tahu, planetary nebula adalah sebuah emisi nebula yang terdiri dari cangkang gas terionisasi yang bersinar yang sedang mengembang yang dikeluarkan selama fase masa asimtotik dari beberapa jenis bintang dalam siklus akhir kehidupan bintang tersebut.

Planetary nebula ini sering berisikan bintang, tetapi tidak terlihat adanya planet. Planetary nebula merupakan fenomena yang berumur cukup pendek, yakni beberapa puluh ribu tahun, dibandingkan dengan umur bintang yang bisa beberapa miliar tahun.

Nah objek inilah yang 120 di antaranya ditemukan oleh Mezak dan tidak hanya itu, ia juga produktif menulis buku di antaranya tentang Perubahan Iklim, Dinamika Atmosfer, Pemodelan Sistem Iklim, Aktivitas Matahari, Variasi Iklim Bumi, hingga Kamus Meteorologi Aeronautik.

Mezak sendiri merupakan anak ketiga dari Prof. Alexander Ratag dan Grietje Kawengian. Akademisnya sangat moncer, setelah lulus dari SMA Negeri 1 Manado pada bulan Juni 1981, ia berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Menariknya, penerimaan Mezak sebagai mahasiswa ITB tidak melewati ujian saringan masuk perguruan tinggi karena berhasil melewati program seleksi Perintis II. Ia kemudian berhasil lulus sebagai Sarjana Astronomi dengan predikat cum laude di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Setelah lulus dari ITB, Mezak dibebaskan dari keharusan untuk menempuh ujian doktoral (magister) dan memperbolehkannya langsung mengikuti program doktor pada tahun 1988 di Universitas Kerajaan Belanda di Groningen, Rijksuniversiteit te Groningen.

Di bawah bimbingan Prof. Dr. Stuart Pottasch, Mezak Ratag memperoleh gelar doktor (summos honoris) pada bulan Juni 1991 dengan disertasi yang berjudul “A Study of Galactic Bulge Planetary Nebulae”.

Selain punya jejak akademis yang luar biasa, Mezak juga diketahui aktif di berbagai organisasi internasional mulai dari International Astronomical Union (IAU), UNEP-WMO IPCC Task Group on Climate Impact Assessment dan Dutch Astronomical Society.

Untuk organisasi dalam negeri suami dari Weyni Tampenawas ini menjadi anggota di Himpunan Astronomi Indonesia (HAI), Himpunan Fisika Indonesia (HFI), hingga Perhimpunan Meteorologi Pertanian Indonesia (Perhimpi).

Editor : Dini Listiyani

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda