Kisah Mezak Arnold Ratag, Astronom Brilian Penemu Planetary Nebula
Planetary nebula ini sering berisikan bintang, tetapi tidak terlihat adanya planet. Planetary nebula merupakan fenomena yang berumur cukup pendek, yakni beberapa puluh ribu tahun, dibandingkan dengan umur bintang yang bisa beberapa miliar tahun.
Nah objek inilah yang 120 di antaranya ditemukan oleh Mezak dan tidak hanya itu, ia juga produktif menulis buku di antaranya tentang Perubahan Iklim, Dinamika Atmosfer, Pemodelan Sistem Iklim, Aktivitas Matahari, Variasi Iklim Bumi, hingga Kamus Meteorologi Aeronautik.
Mezak sendiri merupakan anak ketiga dari Prof. Alexander Ratag dan Grietje Kawengian. Akademisnya sangat moncer, setelah lulus dari SMA Negeri 1 Manado pada bulan Juni 1981, ia berhasil diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Menariknya, penerimaan Mezak sebagai mahasiswa ITB tidak melewati ujian saringan masuk perguruan tinggi karena berhasil melewati program seleksi Perintis II. Ia kemudian berhasil lulus sebagai Sarjana Astronomi dengan predikat cum laude di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Setelah lulus dari ITB, Mezak dibebaskan dari keharusan untuk menempuh ujian doktoral (magister) dan memperbolehkannya langsung mengikuti program doktor pada tahun 1988 di Universitas Kerajaan Belanda di Groningen, Rijksuniversiteit te Groningen.