Mars Kehilangan Air Lebih Cepat Dibanding Perkiraan Sebelumnya

Dini Listiyani · Sabtu, 11 Januari 2020 - 05:21 WIB
Mars Kehilangan Air Lebih Cepat Dibanding Perkiraan Sebelumnya

Mars kehilangan air lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Air mungkin lolos dari Mars lebih efektif dibanding yang diperkirakan sebelumnya. Dugaan itu muncul akibat temuan terbaru yang didapat para ilmuwan.

Mars sekarang dingin dan kering. Namun, lembah sungai berliku dan hamparan danau kering menunjukkan air menutupi sebagian besar planet miliaran tahun lalu.

Sisa-sisa air di Mars sebagian besar terkunci di lapisan es kutub Planet Merah, yang memiliki kurang dari 10 persen air yang pernah mengalir di permukaan. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan air Mars sebagian besar mengalir ke luar angkasa.

Radiasi ultraviolet dari Matahari memecah air di atmosfer bagian atas Mars untuk membentuk hidrogen dan oksigen. Banyak dari hidrogen ini kemudian melayang ke luar angkasa karena sifatnya yang ringan dan gravitasi Mars.

Sementara itu, temuan terbaru menunjukkan sejumlah besar air secara teratur dapat membuat intrusi cepat ke atmosfer bagian atas Mars. Untuk menjelaskan peristiwa itu, para ilmuwan menganalisis data dari Trace Gas Orbiter yang melingkari Mars.

Para ilmuwan fokus pada cara air didistribusikan naik dan turun di atmosfer Mars pada ketinggian di 2018 dan 2019. Para peneliti menemukan perubahan musiman adalah faktor kunci yang mendorong bagaimana uap air didistribusikan di atmosfer Mars, sebagaimana diberitakan Space, Sabtu (10/1/2020).

Selama bagian terpanas dan terhebat dari tahun Mars, misalnya, sebagian besar atmosfer menjadi jenuh dengan uap air hingga 100 kali lebih banyak dibanding yang seharusnya. Secara teoritis, ini memungkinkan air mencapai atmosfer atas. Tingkat kejenuhan yang luar biasa ini tidak diamati di mana pun.

Para ilmuwan terkejut uap air dalam jumlah besar dapat mencapai atmosfer atas. Sebelumnya, mereka memperkirakan seharusnya dibatasi oleh suhu dingin di atas dan terikat untuk mengembun menjadi awan.

Secara keseluruhan, jika uap air dapat secara teratur melayang begitu tinggi ke atmosfer Mars tanpa dibatasi oleh kondensasi, pelarian air di Planet Merah jauh lebih efektif dibanding yang diperkirakan sebelumnya.

Penelitian di masa depan dapat mengukur lebih baik seberapa banyak air yang masuk ke atmosfer bagian atas dan memodelkan perilakukanya, sehingga para ilmuwan dapat lebih memahami bagaimana uap air dapat keluar ke luar angkasa.

Editor : Dini Listiyani