Mars Kuno Banjir Selama Badai yang Berlangsung Ribuan Tahun
Tim memilih 96 danau cekungan terbuka dan tertutup, bersama dengan daerah aliran sungai mereka untuk penyelidikan. Mereka kemudian dapat mengukur danau, volume danau, dan daerah aliran sungai menggunakan citra permukaan satelit.
Data ini juga membantu mereka memperhitungkan potensi penguapan untuk mengetahui berapa banyak air yang dibutuhkan untuk mengisi danau. Dengan melihat danau kuno tertutup dan terbuka, serta lembah sungai yang mengaliri danau, tim dapat menentukan curah hujan minimum dan maksimum.
Danau yang tertutup menawarkan gambaran sekilas tentang jumlah maksimum air yang bisa jatuh dalam satu peristiwa tanpa menembus sisi cekungan danau. Sedangkan danau terbuka menunjukkan jumlah minimum air yang dibutuhkan untuk menutupi cekungan danau, menyebabkan air pecah ke samping dan mengalir keluar.
Di 13 formasi yang dipilih, tim menemukan cekungan berpasangan yang terdiri atas satu cekungan tertutup dan terbuka, yang dialiri oleh lembah sungai yang sama. Temuan ini, menurut para ahli, menawarkan bukti kunci dari curah hujan maksimum dan minimum dalam satu peristiwa.
Namun, Stucky de Quay mencatat mereka belum menentukan berapa lama satu badai bertahan yang bisa berlangsung selama berhari-hari, bertahun-tahun atau ribuan tahun. Studi ini dilakukan saat penjelajah Perseverance NASA Mars 2020 sedang dalam perjalanan ke Mars, yang akan menjelajahi Kawah Jezero, yang dulunya adalah sebuah danau sekitar tiga miliar tahun yang lalu.
Editor: Dini Listiyani