Mengenal Yersinia Pestis, Bakteri Penyebab Penyakit Pes yang Diduga Menyerang Rusia
Inilah bentuk pes yang paling mengkhawatirkan dari sisi penularan antarmanusia.
Ketika Y. pestis mencapai paru-paru, kondisi tersebut disebut pes pneumonik. Infeksi dapat terjadi karena bakteri menyebar dari bentuk pes lainnya atau seseorang menghirup partikel pernapasan yang mengandung bakteri dari penderita pes pneumonik.
Bentuk ini dapat berkembang sangat cepat. Gejalanya antara lain demam, sakit kepala, kelemahan, sesak napas, nyeri dada dan batuk. Pada kondisi berat, penderita dapat mengalami batuk dengan lendir berdarah atau berair.
Menurut CDC, masa inkubasi pes pneumonik setelah menghirup bakteri dapat berlangsung sangat singkat, bahkan sekitar satu hari. WHO juga menyebut bentuk pneumonik sebagai bentuk pes yang paling virulen dan dapat menular antarmanusia melalui partikel pernapasan.
Secara umum, penyakit akibat Yersinia pestis memiliki tiga bentuk utama.
1. Pes bubonik
Ini merupakan bentuk yang paling umum. Bakteri biasanya masuk melalui gigitan kutu yang terinfeksi dan kemudian bergerak menuju kelenjar getah bening.
Gejalanya dapat berupa demam mendadak, menggigil, sakit kepala, lemas, serta munculnya satu atau lebih kelenjar getah bening yang membengkak dan terasa nyeri.