Miris! NASA Rilis Foto Indonesia dari Satelit, Kabut Asap Karhutla Selimuti Semua Wilayah
Kondisi tersebut membuat api seolah tidak terlihat, tetapi tetap menyala dan dapat kembali muncul ke permukaan.
Lebih parah lagi, kebakaran gambut menghasilkan polusi dalam jumlah besar. Berdasarkan salah satu estimasi yang dikutip NASA, kebakaran gambut tropis dapat menghasilkan partikel halus hingga tiga kali lebih banyak dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.
Emisi sulfur dioksida bahkan diperkirakan mencapai lima kali lebih banyak, sementara karbon organik dapat mencapai tiga kali lipat. Kebakaran gambut juga menghasilkan sekitar dua kali lebih banyak metana dan karbon monoksida dibandingkan kebakaran hutan tropis lainnya.
Indonesia memang bukan pertama kali menghadapi persoalan karhutla. Namun, situasi pada 2026 menjadi perhatian karena terjadi bersamaan dengan kondisi iklim yang sangat kering.
Peneliti Columbia University Robert Field mengatakan aktivitas kebakaran Indonesia pada awal musim kebakaran tahun ini menunjukkan peningkatan tajam dan mulai menyerupai pola yang terjadi pada 2015.