NASA Ungkap Fakta Mengejutkan: Api Kebakaran Indonesia Menyala di Bawah Tanah dan Sulit Padam
NASA mencatat sekitar 90 persen wilayah Indonesia mengalami sedikit atau bahkan tidak mendapat hujan pada awal Agustus 2026, berdasarkan data badan meteorologi Indonesia.
Padahal, dalam kondisi normal, kawasan gambut di Kalimantan, Sumatra, dan Papua cenderung terlalu basah untuk memungkinkan api menjalar jauh ke lapisan gambut bawah tanah.
Kekeringan mengubah kondisi tersebut. Ya, ketika muka air tanah turun dan gambut mengering, material organik yang sebelumnya terlindungi oleh kondisi basah berubah menjadi bahan bakar yang mudah terbakar.
Situasi ini diperburuk oleh fenomena El Niño. NASA menyebut El Niño yang kuat membuat musim kemarau menjadi lebih kering di wilayah Indonesia yang rawan kebakaran.
Fase positif Indian Ocean Dipole (IOD) yang juga berlangsung turut memperburuk kondisi kering tersebut.