Peneliti Ungkap Asteroid Bennu Mengandung Blok Bangunan Kehidupan

Dini Listiyani ยท Senin, 12 Oktober 2020 - 15:12:00 WIB
Peneliti Ungkap Asteroid Bennu Mengandung Blok Bangunan Kehidupan
Asteroid Bennu mengandung blok bangunan kehidupan (Foto: NASA)

CALIFORNIA, iNews.id - Asteroid Bennu mengandung blok bangunan kehidupan di dalam permukaan tumpukan puing. Batu luar angkasa diperkirakan pernah menjadi bagian dari dunia yang lebih besar dan tertutup air.

Misi OSIRIS-Rex NASA akan mendarat di Bennu pada 20 Oktober untuk mengumpulkan sampel batuan luar angkasa. Lalu membawanya kembali ke Bumi untuk dipelajari para ilmuwan di lab, sebagaimana dikutip dari Daily Mail, Senin (12/10/2020).

Sebagai bagian dari persiapan untuk misi ini, enam paper penelitian telah diterbitkan dengan melihat sejarah dan susunan asteroid di dekat Bumi menggunakan data yang dikumpulkan oleh OSIRIS-Rex yang telah mengorbit batuan luar angkasa sejak 2018.

Salah satu paper itu oleh Amy Simon dari NASA Goddard, menemukan bukti bantalan karbon dan bahan organik tersebar luar di seluruh permukaan Bennu. Bahan-bahan ini ditemukan di pembuluh darah yang mengalir melalui bebatuan yang menutupi permukaan asteroid.

Kemudian harus terbentuk sebagai hasil dari aliran air bebas yang berada di benda angkasa yang lebih besar dan telah lama hancur yang menciptakan Bennu. Ini adalah deteksi terkonfirmasi pertama dari blok bangunan kehidupan di asteroid dekat Bumi.

Penemuan molekul pemberi kehidupan dan air kuno yang mengalir bebas menambah kepercayaan pada teori meteorit mungkin telah membawa blok bangunan kehidupan pertama ke Bumi, molekul yang pada akhirnya mengarah ke semua kehidupan di planet ini termasuk umat manusia.

Sejak pertemuannya dengan Bennu pada akhir 2018, OSIRIS-REx telah melakukan survei orbital terperinci dan pengintaian permukaan batuan antariksa. Mereka telah mengumpulkan data tentang komposisi dan struktur asteroid serta mengidentifikasi lokasi yang cocok untuk pengambilan sampel.

Tim peneliti dari berbagai institusi di seluruh dunia telah menuangkan data untuk lebih memahami tumpukan batuan yang mengorbit secara misterius. Simon dan rekannya dari NASA menggunakan spektroskopi inframerah untuk menunjukkan bahan pembawa karbon, seperti molekul organik dan mineral karbonat, tersebar luas di sebagian besar permukaan Bennu.

Blok bangunan primitif kehidupan ini, kata tim, secara khusus terkonsentrasi pada batu-batu besar individu. "Kelimpahan bahan bantalan karbon merupakan kemenangan ilmiah utama untuk misi tersebut. Kami sekarang optimis kami akan mengumpulkan dan mengembalikan sampel dengan bahan organik - tujuan utama dari misi OSIRIS-REx," kata Dante Lauretta, peneliti utama OSIRIS-REx.

Editor : Dini Listiyani