Sejarah Bubuk Mesiu, Bermula dari Eksperimen Mencari Obat Keabadian sampai Menjadi Pelopor Senjata Api
Pada abad ke-8, ketika Dinasti Tang memerintah, gabungan dari tiga zat tersebut menghasilkan formula bahan peledak yang dikenal sebagai "huoyao" atau bubuk mesiu.
Pada masa Dinasti Tang sekitar tahun 850 M, seorang alkemis yang namanya telah hilang dari catatan sejarah melakukan percobaan yang giat. Ia mencampurkan 75 bagian sendawa dengan 15 bagian arang dan 10 bagian belerang.
Meskipun campuran ini tidak menunjukkan sifat memperpanjang hidup seperti yang diharapkan, namun ia malah meledak dengan cahaya kilatan dan ledakan ketika terkena nyala api terbuka.
Dalam naskah yang berasal dari masa tersebut, disebutkan bahwa "asap dan api terlihat, menyebabkan para alkemis mengalami luka bakar pada tangan dan wajah, bahkan seluruh rumah tempat mereka bekerja ikut terbakar."
Selama bertahun-tahun, banyak buku sejarah barat yang menyatakan bahwa orang Tiongkok hanya menggunakan penemuan bubuk mesiu untuk membuat kembang api, namun hal tersebut tidaklah benar.