Sejarah Bubuk Mesiu, Bermula dari Eksperimen Mencari Obat Keabadian sampai Menjadi Pelopor Senjata Api
Sebenarnya, pasukan militer Dinasti Song telah menggunakan perangkat mesiu sejak tahun 904 M untuk melawan musuh utama mereka, yaitu bangsa Mongol. Salah satu senjata yang digunakan adalah "api terbang" (fei huo), yang merupakan jenis panah yang memiliki tabung bubuk mesiu yang terpasang di porosnya dan menyala.
Panah api terbang merupakan roket miniatur yang mampu mendorong diri mereka sendiri menuju barisan musuh dan menimbulkan rasa ketakutan di antara prajurit dan kuda. Bagi para prajurit yang pertama kali menghadapi kekuatan bubuk mesiu ini, hal tersebut pasti terlihat seperti sihir yang menakutkan.
Di samping itu, penggunaan bubuk mesiu dalam keadaan militer selama Dinasti Song juga mencakup penggunaan granat tangan sederhana, penyembur api, ranjau darat, dan selongsong gas beracun.
Pada paruh kedua hingga akhir abad ke-11, pemerintah Tiongkok pada masa Dinasti Song mengkhawatirkan kemungkinan penyebaran teknologi bubuk mesiu ke negara-negara lain. Pada tahun 1076, penjualan sendawa kepada orang asing dilarang.
Meskipun demikian, pengetahuan tentang zat ajaib ini berhasil tersebar melalui Jalur Sutra ke India, Timur Tengah, dan Eropa. Pada tahun 1267, seorang penulis Eropa merujuk pada bubuk mesiu, dan pada tahun 1280, resep pertama untuk campuran bahan peledak diterbitkan di wilayah barat. Rahasia Tiongkok terungkap.