SpaceX Berpotensi Bantu NASA untuk Misi ke Bulan Jupiter

Dini Listiyani ยท Rabu, 08 Juli 2020 - 15:07 WIB
SpaceX Berpotensi Bantu NASA untuk Misi ke Bulan Jupiter

Misi ke Bulan Jupiter (Foto: NASA/JPL)

SAN FRANCISCO, iNews.id - Roket besar SpaceX Falcon Heavy dapat membawa misi NASA Europa Clipper. Misi ini ditujukan ke Bulan Jupiter, Europa yang menyembunyikan samudera bawah permukaan yang dianggap dapat mendukung kehidupan alien.

Draft bill dari House Appropriations Committee yang dirilis Selasa lalu membuka pintu bagi perusahaan roket Elon Musk atau bahkan pesaing seperti Blue Origin karya Jeff Bezon untuk menyediakan perjalanan yang akan mengirim pengorbit ke sistem Jovian pada 2025 dan pendarat ke Europa pada 2027.

"National Aeronautics and Space Administration (NASA) akan menggunakan Space Launch System, jika tersedia, sebagai 10 kendaraan peluncuran untuk misi Jupiter Europa, kata draft bill dari House Appropriations Committee sebagaimana dikutip dari Cnet, Rabu (8/7/2020).

Di masa lalu, Congress telah menyisihkan uang untuk misi Europa dengan persyaratan, NASA menggunakan Space Lauch System (SLS). Tapi, SLS sangat terlambat dari jadwal dan melebihi anggaran selama bertahun-tahun.

SpaceX telah menarik perhatian dengan debut sukses Falcon Heavy dan kemajuan berkelanjutan dari Starship. SLS terbukti jauh lebih mahal dibanding yang ditawarkan SpaceX dan tidak siap digunakan pada 2025.

Bill juga menyediakan lebih dari 400 juta dolar AS bagi NASA untuk membangun pengorbit Europa. Tentu saja, ini baru permulaan dari proses penganggaran.

Congress akan terus menegosiasikan jumlah aktual dan ketentuan berapa banyak sebenarnya NASA akan menerima dan untuk apa. Namun, perubahan kecil dalam dokumen awal ini adalah pengakuan penting, bertahan dengan SLS mungkin tidak praktis jika roket tidak akan siap pada waktunya untuk diluncurkan secapatnya pada 2024.

Bill yang sama juga mengalokasikan dana untuk misi Artemis NASA. Misi ini bertujuan untuk mengembalikan astronot ke Bulan meskipun menawarkan kurang dari setangah dari apa yang diminta Gedung Putih.

Editor : Dini Listiyani