Tak Cukup Didaur Ulang, Sampah Kampus Perlu Dikelola dengan Cara Ini
Ketujuh aspek itu menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup bergantung pada ketersediaan tempat sampah terpilah atau mesin pengolahan. Kebijakan yang jelas, pendanaan, pembagian tanggung jawab, dan keterlibatan masyarakat juga diperlukan agar sistem dapat berjalan secara konsisten.
Sebagai contoh, fasilitas pemilahan tidak akan optimal apabila warga kampus masih mencampurkan sampah. Begitu pula teknologi pengolahan berpotensi tidak efektif jika jenis dan jumlah sampah yang masuk tidak sesuai dengan kapasitas fasilitas.
Artinya, pengelolaan sampah perlu dirancang sebagai sebuah sistem yang menghubungkan kebiasaan pengguna, infrastruktur, teknologi, dan kebijakan.
Selain sistem pengolahan, perubahan perilaku menjadi bagian penting dalam penerapan ekonomi sirkular. Mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan pengelola fasilitas memiliki peran dalam mengurangi sampah serta memastikan pemilahan dilakukan sejak sumbernya.
Keterlibatan mahasiswa dalam diskusi bersama BEM UI menjadi salah satu upaya untuk menggali gagasan yang relevan dengan kondisi kampus. Pendekatan partisipatif ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan praktik pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.