Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : WHO Rekomendasikan Vaksin Influenza Trivalen, Ini Alasannya!
Advertisement . Scroll to see content

Virus Yamagata Penyebab Influenza Tak Lagi Ditemukan sejak 2020, Kok Bisa?

Senin, 04 Mei 2026 - 15:59:00 WIB
Virus Yamagata Penyebab Influenza Tak Lagi Ditemukan sejak 2020, Kok Bisa?
Virus Yamagata penyebab influenza punah sejak 2020. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

- Influenza A (H1N1)
- Influenza A (H3N2)
- Influenza B (Victoria)

Status Transisi di Indonesia dan Global

Meskipun penggunaan vaksin trivalen tergolong baru bagi masyarakat Indonesia, beberapa negara maju telah lebih dulu menerapkannya. Amerika Serikat telah beralih sejak musim flu 2024-2025, disusul oleh negara-negara Eropa pada 2025-2026. Di Asia Tenggara, Thailand juga telah mengadopsi kebijakan serupa.

"Penggunaan vaksin trivalen di Indonesia saat ini masih dalam status transisi," tambah Prof. Iris.

"Artinya, kalau diberikan vaksin kuadrivalen, ya, tidak masalah. Tapi, kalau diberikan vaksin trivalen, itu lebih efektif sesuai dengan kondisi sekarang," tambah Prof Iris. 

Diskusi kesehatan soal vaksin influenza trivalen. (Foto: Muhammad Sukardi)
Diskusi kesehatan soal vaksin influenza trivalen. (Foto: Muhammad Sukardi)

Sementara itu, pertanyaan besar yang muncul adalah risiko bagi manusia jika virus Yamagata tiba-tiba kembali muncul sementara komponen pelindungnya sudah dihapus dari vaksin. 

Menjawab kekhawatiran tersebut, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PB PAPDI dr. Sukamto, Sp.PD-KAI menekankan pentingnya sistem GISRS (Global Influenza Surveillance and Response System). Sistem surveilans global ini bekerja aktif 24 jam setiap hari untuk memantau perubahan genetik virus flu di seluruh dunia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut