Suka Belanja Impulsif, Gen Z Diingatkan Jangan FOMO, FOPO, YOLO hingga Doom Spending, Apa Itu?
Adapun FOPO (Fear of People's Opinion) terjadi ketika keputusan keuangan lebih banyak dipengaruhi oleh penilaian maupun ekspektasi orang lain dibandingkan kebutuhan pribadi.
Di sisi lain, OJK juga menyoroti karakteristik Gen Z yang memiliki daya beli tinggi dan minat besar terhadap berbagai produk keuangan. Bahkan sekitar 60 persen pengusaha muda di Indonesia berasal dari kelompok usia tersebut sehingga memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Di sisi lain, sekitar 74 persen Gen Z memperoleh informasi melalui media online dengan durasi penggunaan smartphone rata-rata 1 hingga 6 jam per hari. Tingginya paparan informasi dan tren digital dinilai dapat memengaruhi keputusan konsumsi apabila tidak diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai.
"Untuk menghindari kebiasaan doom spending, kami mengimbau masyarakat memahami hubungan dengan uang, mengendalikan kebiasaan belanja online, mengaktifkan notifikasi transaksi perbankan pada ponsel, serta selalu menggunakan skala prioritas sebelum melakukan pembelian," kata Enriche.
Dia mengingatkan, kebiasaan mengejar instant gratification atau kepuasan instan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, mulai dari pembelian impulsif, kecanduan belanja, buruknya pengelolaan keuangan, rendahnya pengendalian diri, hingga menurunnya motivasi dan kesabaran. Selain itu, perilaku tersebut juga dapat membentuk ekspektasi yang tidak realistis terhadap kehidupan maupun kondisi finansial di masa depan.