Berkenalan dengan Nur-Sultan yang Menawan

Suhud Noor Fadli ยท Rabu, 09 Oktober 2019 - 13:05 WIB
Berkenalan dengan Nur-Sultan yang Menawan

Menikmati keindahan Nur-Sultan, ibu kota Kazakhstan (Foto : Suhud Noor Fadli)

NUR-SULTAN, iNews.id - Nur-Sultan namanya. Setiap mata yang memandang seakan terpesona dengan penampilannya. Deretan bangunan modern berdesain kontemporer dan futuristik menjadi ciri khasnya. Inilah kesan saat pertama kali saya menapaki Nur-Sultan, ibu kota Kazakhstan.

Terletak di bagian utara Kazakhstan, aliran Sungai Ishim membelah Nur-Sultan menjadi dua bagian. Di sebelah kanan terdapat kota lama bekas peninggalan Uni Soviet. Deretan bangunan berdesain lama dengan taman-taman mungil dan suasana yang lengang mengiringi perjalanan saya menyusuri kota lama. Hazret Sultan, masjid terbesar di Asia tengah merupakan salah satu bangunan baru di kota lama. Ya, meski menjadi negara pecahan Uni Soviet, namun 70,2% dari 18-an juta jumlah penduduk Kazakhstan beragama Islam.

Sedangkan Kota Baru Nur-Sultan terdapat di sebelah kiri Sungai Ishim. Kota Baru ini ditandai dengan gedung pencakar langit berdesain kontemporer dan futuristik. Sistem tata kotanya pun berkonsep cluster dengan trotoar dan jalan raya yang lebar. Kota baru ini pun menjadi pusat administrasi dan bisnis. Di sinilah istana kepresidenan dan gedung kementerian berada.

Perjalanan saya di Nur-Sultan pun berlanjut dengan menyusuri deretan bangunan modern yang berkelindan di seantero kota. Salah satunya adalah komplek gedung expo Nur-Alem yang berbentuk seperti bola besar berwarna biru. Bentuk Nur-Alem ini seolah mengingatkan saya pada pesawat ruang angkasa seperti yang ada di film fiksi ilmiah.

Belum puas berjalan-jalan menyusuri kemegahan arsitektur Nur-Sultan yang menawan. Di sore hari, dalam semilir hembusan angin musim dingin, perjalanan saya berlanjut ke Baiterek Tower yang menjadi ikon utama Nur-Sultan. Baiterek adalah monumen dan menara observasi setinggi 105 meter yang berada di pusat kota. Bentuk Baiterek menggambarkan pohon poplar atau pohon kehidupan dalam mitologi Turki dan Samruk yang menopang sebutir telur emas di puncaknya.

Dari tempat observasi yang berada di ketinggian 97 meter dan terletak di dalam telur emas, saya bisa melihat pemandangan kota Nur-Sultan. Selain itu, di sini juga terdapat cetakan tangan kanan Nursultan Nazarbayev, Presiden pertama Kazakhstan. Di sebelahnya terdapat “prasasti” berbentuk pahatan kayu bola dunia dengan 16 pancaran yang menyimbolkan agama tradisional di dunia. Sebagai ikon kota, Baiterek merupakan salah satu bangunan yang dibangun pertama kali di kota yang berpenduduk sekira 1,1 juta jiwa ini.

Dengan deretan gedung pencakar langit dan bangunan berdesain unik dan futuristik yang berada di seantero kota. Menurut Farid Gulinov, yang dulunya menjabat sebagai staf ahli presiden untuk pemindahan ibu kota Kazakhstan, selama 20-an tahun terakhir pembangunan Nur-Sultan menghabiskan dana sekira US $ 35 miliar.

Meski dipenuhi dengan bangunan modern, namun taman dan ruang terbuka hijau masih terhampar luas di pelbagai penjuru kota. Menurut Malika Bekturova, Wakil Wali kota Nur-Sultan, sejak awal pembangunan Astana mengedepankan prinsip simbiosa alam dengan konstruksi. Di mana semua bangunan tidak menjorok ke jalan raya, melainkan di tengah kavling dengan halaman yang luas. “Bahkan, dari 79.737 ha luas Astana, sebanyak 43.222 ha di antaranya tetap berupa hutan” ujar Bekturova.

Sebelum dikenal dengan nama Nur-Sultan, ibu kota Kazakhstan ini sempat beberapa kali berganti nama. Bermula dari Akmola yang kemudian diubah menjadi Astana pada 6 mei 1998. Selanjutnya pada 23 maret 2019, Astana diubah menjadi Nur-Sultan sebagai bentuk penghormatan pada Nursultan Nazarbayev, Presiden pertama Kazakhstan. Ya, Nur-Sultan adalah ibu kota baru Kazakhstan sejak tahun 1997, setelah sebelumnya beribu kota di Almaty.

Sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tengah sekaligus nomor sembilan di dunia, Nur-Sultan merupakan identitas baru bagi Kazakhstan yang merdeka dari Uni Soviet pada 16 Desember 1991 silam. Sedangkan bagi pelancong yang menyukai fiksi ilmiah, bangunan modern dengan desain unik dan futuristik, Nur-Sultan bisa ditambahkan dalam salah satu daftar kota tujuan wisata Anda.


Editor : Vien Dimyati