Berkenalan dengan Nur-Sultan yang Menawan
Dari tempat observasi yang berada di ketinggian 97 meter dan terletak di dalam telur emas, saya bisa melihat pemandangan kota Nur-Sultan. Selain itu, di sini juga terdapat cetakan tangan kanan Nursultan Nazarbayev, Presiden pertama Kazakhstan. Di sebelahnya terdapat “prasasti” berbentuk pahatan kayu bola dunia dengan 16 pancaran yang menyimbolkan agama tradisional di dunia. Sebagai ikon kota, Baiterek merupakan salah satu bangunan yang dibangun pertama kali di kota yang berpenduduk sekira 1,1 juta jiwa ini.
Dengan deretan gedung pencakar langit dan bangunan berdesain unik dan futuristik yang berada di seantero kota. Menurut Farid Gulinov, yang dulunya menjabat sebagai staf ahli presiden untuk pemindahan ibu kota Kazakhstan, selama 20-an tahun terakhir pembangunan Nur-Sultan menghabiskan dana sekira US $ 35 miliar.
Meski dipenuhi dengan bangunan modern, namun taman dan ruang terbuka hijau masih terhampar luas di pelbagai penjuru kota. Menurut Malika Bekturova, Wakil Wali kota Nur-Sultan, sejak awal pembangunan Astana mengedepankan prinsip simbiosa alam dengan konstruksi. Di mana semua bangunan tidak menjorok ke jalan raya, melainkan di tengah kavling dengan halaman yang luas. “Bahkan, dari 79.737 ha luas Astana, sebanyak 43.222 ha di antaranya tetap berupa hutan” ujar Bekturova.

Sebelum dikenal dengan nama Nur-Sultan, ibu kota Kazakhstan ini sempat beberapa kali berganti nama. Bermula dari Akmola yang kemudian diubah menjadi Astana pada 6 mei 1998. Selanjutnya pada 23 maret 2019, Astana diubah menjadi Nur-Sultan sebagai bentuk penghormatan pada Nursultan Nazarbayev, Presiden pertama Kazakhstan. Ya, Nur-Sultan adalah ibu kota baru Kazakhstan sejak tahun 1997, setelah sebelumnya beribu kota di Almaty.
Sebagai negara terbesar di kawasan Asia Tengah sekaligus nomor sembilan di dunia, Nur-Sultan merupakan identitas baru bagi Kazakhstan yang merdeka dari Uni Soviet pada 16 Desember 1991 silam. Sedangkan bagi pelancong yang menyukai fiksi ilmiah, bangunan modern dengan desain unik dan futuristik, Nur-Sultan bisa ditambahkan dalam salah satu daftar kota tujuan wisata Anda.
Editor: Vien Dimyati