Bukan Cuma Melihat Candi, Prambanan Tawarkan Festival Budaya dan Spiritual di 2027
Festival ini juga sejalan dengan perkembangan tren perjalanan yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan ke destinasi populer. Wisatawan semakin memiliki beragam pilihan pengalaman, mulai dari mengenal budaya lokal hingga mengikuti perjalanan yang berkaitan dengan refleksi diri dan spiritualitas.
Mengutip Global Wellness Economy Monitor 2025, minat wisatawan terhadap pengalaman yang menghubungkan mereka dengan budaya lokal, alam, serta perjalanan ziarah dan retret spiritual terus meningkat. Sementara itu, Indonesia Tourism Outlook 2026–2027 menempatkan *event tourism* atau pariwisata berbasis acara sebagai salah satu tren utama perjalanan di Indonesia.
Melalui festival ini, Prambanan berpotensi menawarkan pengalaman yang lebih beragam bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Kunjungan tidak hanya berpusat pada keindahan bangunan candi, tetapi juga pada pemahaman mengenai tradisi yang menyertainya.
Peluang tersebut hadir di tengah pertumbuhan perjalanan wisata di Indonesia. Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 842,15 juta perjalanan, tumbuh 4,29 persen. Adapun kunjungan wisatawan mancanegara tercatat 10,58 juta, meningkat 5,38 persen.
India menjadi salah satu pasar yang turut dibidik dalam pengembangan festival ini. Jumlah kunjungan wisatawan dari negara tersebut meningkat dari 606.439 pada 2023 menjadi 734.490 pada 2025.