Ecotourism Jadi Daya Tarik Baru, 10.000 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Belitung 

Vien Dimyati · Sabtu, 17 September 2022 - 17:47:00 WIB
Ecotourism Jadi Daya Tarik Baru, 10.000 Bibit Mangrove Ditanam di Pesisir Belitung 
Hutan mangrove jadi daya tarik baru (Foto: Instagram @Letsgobelitung)

JAKARTA, iNews.id - Konsep pariwisata berbasis sustainability belakangan ini sedang digemari banyak wisatawan. Bahkan, ke depannya tren wisatawan akan beralih pada wisata yang ramah lingkungan.

Tidak heran jika ecotourism akan menjadi daya tarik baru. Ada banyak jenis pariwisata yang menerapkan konsep ekowisata. Salah satunya di kawasan Hutan Mangrove. Sebanyak 10.000 bibit mangrove ditanam di pesisir Belitung, pada Jumat (9/9/2022)

Kegiatan reforestrasi ini menggandeng Hutan Kemasyarakatan (HKm) Seberang Bersatu yang mengelola ekowisata berbasis ekosistem mangrove dalam melakukan penanaman 10.000 bibit mangrove. 

"Kami menargetkan menanam hingga 50.000 bibit pohon. Bibit pohon tersebut diharapkan menjadi bagian dari investasi dan upaya yang dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim," kata Direktur Marketing PT Mowilex Indonesia, Anna Yesito Wibowo dalam keterangannya, belum lama ini.

Penanaman bibit mangrove ini merupakan inisiasi PT Mowilex Indonesia bekerja sama dengan Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

"Penanaman pohon dimulai di Mangrove wilayah Tukad Mati, Bali pada tahun 2020. Kami memilih untuk fokus melakukan penanaman Mangrove, karena mangrove mampu menyerap karbon lebih banyak dibandingkan pohon tropis lainnya," ujarnya.

Dia menambahkan, dengan isu perubahan iklim yang terjadi, upaya penanaman Mangrove dianggap sebagai langkah tepat untuk dapat berkontribusi menurunkan karbon di masa yang akan datang.

"PSKL-KLHK menyambut baik inisiatif tersebut yang memberikan dampak baik bagi hutan, lingkungan dan masyarakat. Kegiatan penanaman ini dilaksanakan di Kawasan Hutan Mangrove, yang mampu menyimpan karbon (carbon sinks) sebanyak 4 s.d 5 kali lebih banyak daripada hutan tropis daratan, terutama kandungan dalam tanahnya (coverground)," kata dia.

Editor : Vien Dimyati

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda