Kembangkan Kreativitas di Masa Pandemi, Storytelling dan Menyanyi Paling Diminati
Menurut dia, Yupi mengajak para remaja untuk memahami bagaimana dampak positif jika bisa berbagi kebahagiaan kepada orang lain. Lewat ajang ini, para remaja dapat berkompetisi secara positif untuk lebih berprestasi.
Sementara itu, Psikolog Yasinta Indriati mengatakan, ditutupnya sekolah dan dibatalkannya berbagai aktivitas penting akibat dampak pandemi membuat banyak remaja kehilangan beberapa momen besar di kehidupan mereka. Terutama momen keseharian seperti mengobrol dengan teman dan berpartisipasi di sekolahnya.
Menurutnya, dibutuhkan aktivitas yang bertujuan memberikan kesempatan bagi remaja yang memiliki talenta positif di bidang seni yakni menyanyi, menari dan lainnya seperti story telling, gymnastic dan bermain music.
"Pandemi bisa mengganggu psikologi anak banyak orang merindukan satu kondisi yang bahagia. Sebab sebagian orang merasa depresi, cemas, takut, dan pasti hal tersebut dialami oleh remaja. Maka itu, dengan mengasah kreativitas, justru membuat generasi muda tidak digital fatique. Memanfaatkan media digital untuk berkreasi,” kata Yasinta.
Dia menambahkan, remaja butuh bersosialisasi, berkelompok, dan lainnya untuk mendukung perkembangannya. Mereka memiliki banyak energi yang harus disalurkan.