Kisah Miliarder Asif Aziz, Ditolak Sholat di Hotel Tempat Tersebut Dibelinya Dijadikan Masjid
Rencana awalnya adalah membangun masjid dengan kapasitas sekitar 1.000 jamaah. Namun proyek tersebut sempat menuai protes dari sejumlah kelompok sayap kanan serta memicu kekhawatiran sebagian masyarakat.
Kontroversi itu membuat proses pembangunan tidak berjalan mudah. Meski begitu, Aziz tidak menghentikan langkahnya.
Melalui lembaga filantropinya, Aziz Foundation, dia melakukan pendekatan yang lebih inklusif kepada masyarakat dan pemerintah setempat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah merevisi rencana pembangunan.
Kapasitas masjid akhirnya dikurangi menjadi sekitar 390 jamaah. Penyesuaian ini dilakukan untuk meredakan kekhawatiran publik sekaligus memastikan fasilitas tersebut lebih fokus melayani kebutuhan komunitas lokal.
Aziz juga menekankan bahwa ruang ibadah tersebut bukan hanya untuk wisatawan, tetapi terutama bagi pekerja sektor jasa di kawasan West End yang selama ini kesulitan menemukan tempat salat yang layak.
Setelah melalui proses diskusi dan pertimbangan panjang, Dewan Westminster akhirnya memberikan izin resmi pada tahun 2023.
Sejak saat itu, bagian dari gedung Trocadero mulai bertransformasi menjadi ruang ibadah yang dikenal dengan nama Piccadilly Prayer Space.
Masjid tiga lantai ini kini berdiri di tengah kawasan yang selama ini identik dengan hiburan, teater, dan kehidupan malam London. Kehadirannya menjadi simbol keberagaman dan toleransi di salah satu distrik tersibuk di dunia.