Mengenal Kesenian Lengger Banyumas lewat Film Tarian Lengger Maut, Miliki Aura Mistis
Mengutip dari Kemendikbud, tarian Lengger hadir di Banyumas sejak 1755. Namun, hingga saat ini belum diketahui siapa penciptanya, karena tarian ini merupakan kesenian yang berasal dari rakyat.
Tidak hanya menari, para seniman Lengger juga membawakan lagu tradisional Banyumas dengan iringan musik gamelan atau calung.
Eye Supriyadi selaku produser Tarian Lengger Maut mengatakan, film yang syuting di Kaki Gunung Slamet ini sekaligus mengangkat budaya Banyumas yang melibatkan para pekerja kreatif Banyumas.
"Hanya saja kendala utama kawan-kawan pekerja kreatif, utamanya pegiat film kurang percaya diri untuk terlibat dalam produksi skala komersial, demikian juga belum banyak investor daerah yang melirik sektor industri film," kata Eye Supriyadi, melalui keterangannya, belum lama ini.
Eye menjelaskan, memang iklim perfilman di Banyumas belum terbentuk. Ini adalah hal wajar, namun, film Tarian Lengger Maut menjadi pembuktian, pekerja kreatif Banyumas mampu mengikuti ritme produksi film skala komersial.