Mengunjungi Al Shindagha Museum, Melihat Dubai Masa Lalu yang Bergantung pada Mutiara Jadi Kota Modern

Pengunjung juga bisa melihat bagaimana orang Dubai meracik parfum menggunakan teknik kuno yang diwariskan turun-temurun hingga saat ini. Amnaa mengatakan, parfum tidak hanya digunakan sebagai kosmetik oleh masyarakat Emirati, tetapi juga bagian dari ritual spiritual dan sosial di masyarakat Emirati.
Oh ya, The Perfume House ini dulunya adalah kediaman Sheikha Shaikha Bint Saeed Al Maktoum, ahli parfum ternama. Dia juga bibi dari Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Emir Dubai saat ini.

Selain dua paviliun utama tadi, Al Shindagha Museum punya 20 paviliun lain dengan kisahnya sendiri yang unik mengenai sejarah Dubai. Di Traditional Crafts Pavilion dan Traditional Jewellery misalnya, kami dapat melihat berbagai hasil tenun dan bordir tradisional, keramik, dan perhiasan tradisional yang cantik. Ada pula Children’s Pavilion dengan koleksi permainan tradisional anak-anak Dubai. Beberapa sama dan akrab dengan Indonesia, seperti kelereng dan gasing.
Di museum ini, terdapat pula Al Maktoum Residence, rumah keluarga Al Maktoum yang berkuasa dan dinasti kerajaan yang selama beberapa generasi telah mengubah Dubai dari kota kecil menjadi kota metropolitan yang mendunia. Paviliun dengan rumah-rumah di dalamnya juga mengangkat tema unik dan menarik untuk dijelajahi.
Butuh waktu lama untuk menyusuri semua paviliun dan rumah-rumah di museum ini. Jika tidak ingin melewatkannya dan ingin memahami bagaimana Dubai dengan tantangan alam yang keras bisa berkembang pesat, pengunjung harus datang lebih pagi.