Menilik Aktivitas Perdagangan Indonesia-Malaysia di Perbatasan Aruk
PONTIANAK, iNews.id – MNC Travel mengajak tim MNC Media untuk mengamati aktivitas perdagangan antara Indonesia dan Malaysia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Aruk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Di sana, tim MNC dipandu salah satu petugas PLBN Aruk menuju ke titik 0 (zero).
Titik (0) ini suatu aktivitas perdagangan antar kedua negara, Indonesia dan Malaysia dimulai. Titik zero (0) ini berpatok pada gapura atau gerbang kedua negara.
Perdagangan antar kedua negara tersebut berlangsung pada pukul 06.00-10.00 WITA untuk tahap pertama. Selanjutnya, perdagangan kedua negara itu bisa berjalan lagi pada tahap kedua, mulai pukul 15.00-17.30 WITA.
Infrastruktur di PLBN Aruk sendiri sudah terbilang megah. Pasalnya pada Maret 2017, PLBN Aruk diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), setelah pemerintah melalui Kementerian PUPR memutuskan untuk membangun ulang pos lintas tersebut. Dan sudah dilengkapi beberapa teknologi penunjang pegawai PLBN di sana.

Rahmat, Kepala Sub Bidang Kebersihan dan Keamanan PLBN Aruk mengatakan, masyarakat Indonesia, terutama warga Sajingan Besar dan Sambas yang paling dekat dengan perbatasan kerap membeli bahan-bahan pokok pangan dari negara tetangga.
Namun, Indonesia pun menawarkan kekayaan alam yang Malaysia tidak punya.