Menilik Aktivitas Perdagangan Indonesia-Malaysia di Perbatasan Aruk
"Di tempat kita (Indonesia) jualnya bisa sampai Rp30 ribu lebih. Kalau mereka (pedagang Malaysia) cuma jual 6 ringgit per ekor (Rp21 ribu)," ujar salah satu warga Sajingan Besar.
Sedangkan asal Malaysia, Alung dan Le Mien telah lama menjual bapok sekian puluh tahun. Namun, selama nilai mata uang naik jadi Rp3.500 per ringgit, penjualan mereka tidak selaku beberapa tahun lalu.
"Dulu ringgit masih 3.000 sampai 3.500, banyak yang beli barang kita. Sekarang agak sepi," kata Alung yang sudah berdagang di perbatasan titik 0 selama 20 tahun.

Di sana juga ada transaksi pertukaran mata uang (money changer) secara mobile yang dilakoni oleh Belitrus. Pria kelahiran Nusa Tenggara Timur (NTT) itu baru saja menjalani profesi sebagai penukar uang. Keuntungan yang dia dapat dari menukar uang tersebut dianggapnya cukup.
"Kalau saya beli mata uang Ringgit Rp3.550, kalau jual Rp3.500. Untungnga lumayanlah, sehari bisa dapat Rp200 ribu," katanya.