Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : HUT ke-9, MNC Travel Bagi-Bagi Paket Liburan ke Destinasi Super Prioritas, Ikuti 3 Langkah Mudah Ini!
Advertisement . Scroll to see content

Menilik Aktivitas Perdagangan Indonesia-Malaysia di Perbatasan Aruk

Selasa, 29 Mei 2018 - 13:15:00 WIB
Menilik Aktivitas Perdagangan Indonesia-Malaysia di Perbatasan Aruk
Aktivitas Perdagangan Indonesia-Malaysia di Perbatasan Aruk (Foto: iNews.id/Ade Miranti)
Advertisement . Scroll to see content

"Di tempat kita (Indonesia) jualnya bisa sampai Rp30 ribu lebih. Kalau mereka (pedagang Malaysia) cuma jual 6 ringgit per ekor (Rp21 ribu)," ujar salah satu warga Sajingan Besar.

Sedangkan asal Malaysia, Alung dan Le Mien telah lama menjual bapok sekian puluh tahun. Namun, selama nilai mata uang naik jadi Rp3.500 per ringgit, penjualan mereka tidak selaku beberapa tahun lalu.

"Dulu ringgit masih 3.000 sampai 3.500, banyak yang beli barang kita. Sekarang agak sepi," kata Alung yang sudah berdagang di perbatasan titik 0 selama 20 tahun.

Di sana juga ada transaksi pertukaran mata uang (money changer) secara mobile yang dilakoni oleh Belitrus. Pria kelahiran Nusa Tenggara Timur (NTT) itu baru saja menjalani profesi sebagai penukar uang. Keuntungan yang dia dapat dari menukar uang tersebut dianggapnya cukup.

"Kalau saya beli mata uang Ringgit Rp3.550, kalau jual Rp3.500. Untungnga lumayanlah, sehari bisa dapat Rp200 ribu," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut