Wamenparekraf: Potensi Pariwisata Besar, Usai Pandemi Akan Muncul Tren Wisata
Dia menjelaskan, pada 2019, UNWTO mencatat ada 1,5 milliar international tourist arrivals globally di mana asia pacific merepresentasikan sebesar 25% dari pencapaian tersebut. Di samping itu, international tourism export globally tahun 2019 tercatat sebesar 1,7 triliun dolar AS, di mana 30% disumbangkan oleh Asia Paciifc.
"Kalau kita lihat lebih kecil lagi scope-nya, tahun 2019, negara-negara di ASEAN secara total mencatat sekitar 133.1 juta turis arrivals. Indonesia berada di posisi kelima, setelah Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Singapore," katanya.
Padahal, lanjut Angela, jika dilihat dari aset pariwisata di Indonesia, sangatlah beragam dan sangatlah luar biasa. Dari kekayaan alam, seperti flora, fauna, dan budaya serta keramahan masyarakat, semua ini adalah modal besar bagi pembangunan pariwisata.
"Berulang kali, destinasi di Indonesia juga meraih berbagai penghargaan dunia sebagai destinasi pariwisata terbaik, terfavorit, bahkan terindah. Bahkan lebih unggul dari negara yang jumlah kedatangan turis dan pendapatannya lebih tinggi dari Indonesia," katanya.
Komitmen Pemerintah
Menurutnya, pemerintah sangat serius dan berkomitmen tinggi dalam pembangunan pariwisata. Selain Indonesia memang mempunyai potensi pariwisata yang besar, market pariwisata secara umum juga sangat besar dan masih berkembang.