5 Keunggulan Frozen Food sebagai Alternatif Menu saat WFH

Vien Dimyati ยท Selasa, 15 September 2020 - 20:14 WIB
5 Keunggulan Frozen Food sebagai Alternatif Menu saat WFH

Memilih frozen food selama WFH (Foto: easy home meals)

JAKARTA, iNews.id - Kembalinya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan beraktivitas di rumah bukan menjadi halangan untuk menikmati makanan berkualitas tinggi layaknya di restoran. Berkaca dari masa PSBB sebelumnya, tren frozen food meningkat pesat sebagai salah satu pilihan makanan masyarakat selama berada di rumah.

Hal ini pun mendorong munculnya berbagai jenis frozen food yang kualitas, rasa, dan ragam jenis hidangannya tidak kalah dengan menu restoran. Tapi sebenarnya, apa saja sih keunggulan frozen food jika dibandingkan dengan jenis masakan lainnya?

Berikut 5 alasan frozen food menjadi pilihan bagi masyarakat di tengah masa PSBB, dirangkum Selasa (15/9/2020).

Praktis diolah

Untuk bahan kuliner sehari-hari atau keadaan darurat, frozen food bisa jadi pilihan yang tepat karena lebih praktis untuk diolah. Anda bisa mengolah makanan beku siap saji dengan cara menggoreng, mengukus, atau sekadar merendam dengan air hangat. Proses pengolahannya pun cenderung lebih singkat daripada memasak makanan dari bahan mentah.

Tetap Bernutrisi

Meski mudah diolah, frozen food itu tidak selalu bernutrisi rendah, lho. Beberapa produk makanan siap saji seperti sayuran dan buah beku bahkan memiliki nutrisi lebih tinggi daripada makanan biasa. Dilansir dari laman website The Academy of Nutrition and Dietetics Amerika Serikat, organisasi profesional nutrisi dan makanan ini menyebutkan, frozen food dapat menyimpan vitamin dan mineral dan tidak mengubah kandungan karbohidrat, protein, dan lemak di dalamnya.

Frozen food buah dan sayuran langsung dibekukan setelah dipetik, sehingga kandungan nutrisinya cenderung masih utuh dibanding buah segar yang dapat dengan cepat berkurang nutrisinya jika hanya disimpan.

Tahan Lama

Salah satu keunggulan utama frozen food tentunya adalah kemampuannya bertahan lebih lama dibandingkan jenis makanan lain. Hal ini memungkinkan kita untuk menyimpan stok makanan hingga beberapa bulan ke depan.

Tapi meskipun dapat bertahan lama, frozen food tetap dapat mempertahankan nilai nutrisi yang terkandung di dalamnya, dan kini sudah banyak produk frozen food yang bebas bahan pengawet kimia.

Founder bisnis kuliner dan catering Umara Group, Adhia Absar mengatakan, Frozen food sekarang sudah semakin dilirik oleh konsumen sebagai salah satu pilihan makanan yang populer. Apalagi sekarang konsumen juga sudah mulai memahami, frozen food itu tidak melulu soal penggunaan bahan pengawet.

"Misalnya saja di Umara Group, kami telah mengembangkan produk frozen food yang bebas bahan pengawet dengan kualitas nutrisi yang masih terjaga, dan kami melihat sambutan yang sangat positif dari konsumen terhadap hal ini," kata Adhia Absar, melalui keterangannya, Selasa (15/9/2020).

Variasi Masakan yang Beragam

Pilihan menu masakan frozen food kini sudah semakin beragam. Bukan cuma goreng-gorengan, sekarang sudah mulai bermunculan produk frozen food yang menawarkan berbagai macam pilihan masakan mulai dari masakan khas rumahan Indonesia sampai makanan barat.

Jenis frozen food ini biasanya terdiri dari berbagai komponen dalam suatu hidangan yang dibekukan seperti lauk, sayur, dan kuah, dalam satu kemasan secara bersamaan. Misalnya adalah Laukita, produk frozen food besutan aktor Dimas Beck yang menghadirkan berbagai masakan khas Indonesia seperti Oseng Mercon dan Ayam Kecombrang. Selain lebih praktis, jenis frozen food ini juga memungkinkan Anda mencoba berbagai variasi hidangan lezat tanpa harus mahir memasak.

Lebih Higienis

Dalam proses pembuatan dan penyimpanannya di ruang kedap udara, makanan frozen food menghentikan proses pembentukan bakteri dan menjaga kandungan nutrisi di dalam makanan tersebut. 

Selain itu, frozen food pada umumnya dikemas dengan sangat baik untuk menjamin kebersihan dan keamanan makanan dari produsen hingga sampai ke tangan konsumen. Pendistribusian frozen food juga sangat diperhatikan, agar bakteri maupun virus tidak masuk ke dalam yang dapat merusak kualitas makanan tersebut. 

Editor : Vien Dimyati