Mengenal Rujak Cingur, Kuliner Khas Surabaya Penuh Cita Rasa
Dalam bahasa Jawa, cingur memiliki arti mulut atau cengor dalam bahasa Madura. Ini merujuk pada bahan hidung atau moncong sapi yang digunakan dalam salah satu bahan rujak cingur.
Dalam penyajiannya, rujak cingur dibedakan menjadi dua macam, yaitu penyajian biasa dan matengan. Penyajian biasa atau umumnya, berupa semua bahan, baik sayur-sayuran dan buah-buahan yang dicampur menjadi satu.
Sedangkan bahan matangnya hanya terdiri atas lontong, tahu goreng, tempe goreng, bendoyo (kerahi yang direbus), dan sayur (kangkung, kacang panjang, tauge) yang telah direbus atau dikukus. Sajian ini tidak menggunakan bahan mentah, seperti buah-buahan.
Bedanya dengan rujak kebanyakan adalah penggunaan bahan cingur. Rujak cingur dalam penyajiannya biasa ditambah dengan kerupuk, dan ditempatkan dengan alas pincuk dari daun pisang atau piring.
Editor: Dini Listiyani