Mengenal Telur Gabus Legendaris Berawal dari Ekspresi Cinta sang Oma
“Cikal bakal Telur Gabus Kata Oma berawal dari resep warisan keluarga yang dibuat oleh ibu saya. Semua berawal dari kepedulian seorang Oma yang ingin menyediakan camilan yang dibuat sendiri dari bahan-bahan alami untuk anak cucunya, sehingga enak, aman, dan higienis,” ujar Furiyanti belum lama ini.
Kepedulian yang sama juga ingin dibagikan Furiyanti, namun tidak hanya sebatas kepada keluarganya. Dia ingin menyajikan camilan terbaik bagi masyarakat.
“Akhirnya, kami kembangkan dari sisi produksi serta kemasan agar kualitas produk semakin baik, aman untuk dikonsumsi oleh seluruh masyarakat. Namun, tetap tidak meninggalkan ciri khasnya, yaitu alami dan autentik warisan Oma,” tuturnya.
Resep Warisan Oma
Dalam memperkenalkan camilannya, ada tiga yang menjadi keunggulannya. Pertama, autentik, asli warisan oma. Artinya, semua terbuat dari bahan-bahan alami asli serta bercita rasa Indonesia.
Keunggulan kedua adalah heartwarming. Dengan camilan rasa rumahan yang autentik dan dibuat untuk menghadirkan dan menemani kehangatan keluarga sehingga dapat menjaga keakraban satu sama lain.
Ketiga, premium. Komitmen pada kualitas premium dimulai dari bahan dasar, proses produksi, hingga produk dan layanan konsumen dengan menjaga standar yang tinggi. Tidak hanya terjaga kualitasnya, namun seluruh pengalaman konsumen (consumer experience) memiliki kualitas yang terbaik.
Untuk rasa juga berkembang yaitu memiliki rasa yang kekinian. Selain varian Gula Aren dan Keju klasik yang digemari sepanjang masa, juga tersedia dalam varian Balado Padang dan Telur Asin yang diganderungi milenial.
Editor: Vien Dimyati